📗Tafsir ringkas surah Al-Kafirun dan surah Al-ikhlas*
Ustadz Hasbi Halid,.Lc حفظه الله

– Beberapa masyarakat kita terjatuh dalam penyimpangan” aqidah disebabkan perayaan” kaum yang perbuatan mereka dilaknat oleh Alloh Ta’ala. Oleh sebab itu Masalah aqidah adalah masalah yang paling utama musti kita ketahui karena penentu keselamatan kita kelak. Keyakinan dan aqidah adalah pondasi utama didalam syariat agama kita. Aqidah lah yang dapat membedakan sikap seorang muslim dan sikap orang” kafir. Bagaimana kita beriman betul” hanya kepada Alloh Ta’ala dan tidak beribadah kepada selainNya. Dimoment” sekarang ini kita menghadapi perayaan” kaum yang perkataan dan perbuatannya tidak diridhoi oleh Alloh Ta’ala. *Maka Kaum muslimin diminta agar tegas menyikapi masalah keyakinan dan aqidah mereka. Berlepas diri dari segala bentuk kesyirikan, baik perkataan, perbuatan dan sekecil apapun bentuk kesyirikan itu* .

– Sebab turun surah :
Orang” musyrik suatu ketika sudah capek untuk menghentikan dakwah Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Akhirnya orang” musyrik berfikir dan Mereka pun sepakat dengan suatu ide dan mereka mendatangi Rosulullah kemudian mengatakan _”Wahai Muhammad, daripada kita bertikai terus menerus maka bagaimana kalau kita bertoleransi saja. Bagaimana kalau engkau menyembah tuhan kami satu tahun dan satu tahun berikutnya kami akan menyembah tuhanmu”_
Kemudian diturunkanlah surah ini kepada Rosulullah untuk berlepas diri dari perbuatan orang” musyrik yang sangat tercela tersebut. Dalam kesehariannya setiap kata” Rosulullah penuh dengan kelembutan. Tidak pernah berkata” yang membuat orang sakit hati. Tidak pernah !!
Tapi didalam masalah ini ketika sudah berhubungan dengan ranah aqidah, Maka Rosulullah disuruh oleh Alloh bersikap tegas kepada mereka, sampai” Alloh menyuruh Rosulullah mengatakan, *”Wahai orang” kafir…*

Siapakah yang dimaksud orang” kafir dalam ayat ini ? Ialah orang musyrikin arab. Sebagian mereka sudah dicap sebagai orang” kafir. Lalu kenapa dijaman Nabi ada sebagian mereka yang masuk islam ? Padahal diayat yang lain, Alloh berfirman : _”Sesungguhnya orang” kafir sama saja kalian berikan peringatan atau kalian tidak berikan peringatan, mereka tidak akan beriman”_

Maka dijawab ulama kita , Yang dimaksud dalam ayat ini adalah orang” kafir yang sudah tercatat dilauhul mahfudz bahwa mereka memang tetap berada dalam kekafirannya. Sudah tercatat mereka orang” yang celaka. Mereka menolak kebenaran itu dari awal.

– Panggilan kafir adalah panggilan yang tidak mengenakkan orang” dijaman tersebut dan tentunya juga dijaman sekarang. Perhatikan !!
Perlu dibedakan antara *status* dan panggilan sehari”. Siapa saja yang tidak beragama islam maka jelas *statusnya* kafir didalam agama kita. Namun didalam panggilan sehari” maka didalam islam diajarkan setiap orang yang kita temui tidak boleh kita memanggil orang” diluar islam “wahai kafir”«ini dalam panggilan sehari”. Namun statusnya jelas *kafir*.

Alloh berfirman :
_”Barangsiapa mencari agama selain islam maka sekali” tidaklah akan diterima agama itu dan dia diakhirat termasuk orang” yang merugi”_

_”Sesungguhnya satu”nya agama yang diridhoi oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala hanya islam”_

_”Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian dan telah Aku cukupkan nikmatKu pada kalian dan telah Aku ridhoi islam sebagai agama kalian…”_

– Siapapun dan bagaimanapun banyaknya kebaikan seseorang tapi ia tidak masuk kedalam agama islam meskipun ia termasuk ahli kitab(orang” yang mengetahui kitab” terdahulu seperti injil dan taurat” Tapi setelah jelas datangnya Rosulullah dan dia tidak beriman tidak mau masuk kedalam islam maka dia jelas berstatus *kafir*. Mereka berada didalam jahannam dan mereka kekal didalamnya selama”nya. Maka bersyukurlah kita yang lahir dari orang tua yang beragama islam.

Rosulullah bersabda ,
*”Semua anak yang dilahirkan dari perut ibunya itu semuanya suci(membawa agama islam). Orang tuanyalah yang menjadikan mereka yahudi atau nasrani atau majusi(penyembah matahari)”*

Alloh berfirman :
_”Wahai orang” beriman, bertakwalah kalian kepada Alloh dengan sebenar” takwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan islam”_

Maka kita bersyukur Ini nikmat yang paling besar yang diberikan kepada kita yang tidak bisa kita bayar dengan apapun yaitu *nikmat islam* . Apalagi kalau Alloh memberikan kita taufik untuk mempelajari agama islam bukan hanya sekedar islam KTP.

– Kata” _”Laa a’budu maa ta’buduun” dan “WaLaa antum ‘aabiduuna maa a’bud”_
Kenapa ayat ini diulang 2 kali ?
Pendapat pertama :
>Untuk mempertegas sikap Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada mereka
Pendapat kedua :
>Bahwa ayat yang kedua dan ketiga
menjelaskan sikap Rosulullah dimasa sekarang dan dimasa lalu maka ayat keempat dan kelima datang untuk mempertegas maka “jangan harap dimasa yang akan datang, aku menyembah apa yang kamu sembah”.
Pendapat ketiga :
>Rosulullah tidak akan melakukan hal tersebut(permintaan mereka). Karena Rosulullah tidak pernah melakukannya Maka pengulangannya pada ayat ke empat dan kelima Maka Rosulullah tidak akan pernah menerima apapun dari tawaran mereka.

– Maka tidak ada celah untuk bertoleransi kepada mereka(orang” kafir). Penutup ayat mengatakan , _”Lakum diinukum waliyadiin”_ jelas _”Bagimu agamamu dan bagikulah agamaku”_ . Menunjukkan bahwasanya Kita betul” berlepas dari sikap dan perbuatan mereka dan tidak boleh ada hal” yang kita lakukan yang menunjukkan bahwa kita mendukung apa yang mereka minta. Tidak ada sama sekali !!

Sebagian orang” yang menyimpang, misalnya orang” liberal mengatakan bahwa tafsiran ayat ini adalah “Menunjukkan bahwasanya kita diberikan kebebasan beragama dan semua agama itu benar”«ini pendapat menyimpang. Karena tidak ada satupun tafsiran dari ulama kita bahwa ayat tersebut menunjukkan toleransi dalam beragama. Tidak ada sama sekali !!
Mereka hanya memaksa”kan menafsirkan ayat tersebut untuk menguatkan pendapat mereka bahwa diberikan kebebasan dalam beragama.
Jikalau ayat tersebut menunjukkan toleransi dalam beragama Lalu Mengapa Alloh membuka dengan kata” keras *”Wahai orang” kafir.. “* kepada mereka ?
Maka sikap toleransi yang benar adalah masing” berada pada pendapatnya dan tidak boleh ada yang menghalangi. Silahkan kalian beribadah dan jangan juga melarang kami ke mesjid. Tapi kalau turut serta mendukung menjaga perayaan” agama kalian Maka disini berlaku *”Lakum diinukun waliyadiin”* . Agama saya menutup pintu dalam masalah tersebut !!

*”Tolenransi itu ibaratnya kamu minum kopi dan saya minum teh. Masing” minum minuman kesukaan kita Tapi jangan kamu campur kopimu dengan teh yang saya minum”*

Maka jelas didalam *perayaan”* mereka tidak boleh kita ikut serta bahkan ucapan selamat. *Tidak boleh !!*
Karena klo kita mengucapkan selamat kepada mereka maka itu sama saja kita mengucapkan selamat kalian menyembah tuhan selain Alloh Subhanahu wa Ta’ala.
Waliyydzubillah

– Surah Al-kafirun dinamakan juga surah Al-ikhlas. Maka datang surah Al-ikhlas yang kedua Yaitu _”Qul huwallohu ahad”_
Nah disini lebih terperinci lagi bagaimana sikap kita dan betul” kita bertauhid kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Agar seorang muslim betul” menunjukkan penghambaanya kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Bahwa ia tidak akan menyerahkan sedikitpun ibadahnya kepada selain Alloh Ta’ala.

Rosulullah bersabda ,
*”Surah al-ikhlas menyamai sepertiga isi kandungan al-qur’an”*

Alquran terbagi 3 bagian :
>Berbicara tentang masalah tauhid
>Berbicara tentang masalah hukum” beribadah
>Berbicara tentang kisah” umat” terdahulu

Maka siapa saja yang telah beriman membenarkan dan memahami isi kandungan dari surah al-ikhlas maka seakan” dia sudah memahami sepertiga dari isi alqur’an.

– Surah al-kafirun berbicara masalah tauhid, berlepas diri dari segala macam kesyirikan lalu Surah al-ikhlas datang untuk mengakui bahwasanya Dialah Alloh satu”nya tempat bergantung dan memiliki nama” dan sifat” yang paling mulia. Dinamakan surah al-ikhlas karena Murni membicarakan tentang sifat” Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

– Sebab turun surah :
Ketika Rosulullah ditanya oleh orang” kafir , _”Wahai Muhammad, sebutkan kepada kami bagaimana keturunan dari tuhanmu itu dan darimana asal usulnya itu tuhanmu”_ Maka Alloh menurunkan,
*”(Katakanlah : “Dia-lah Alloh yang maha esa)* .

Didalam bahasa arab bahwa kata” _Ahad_ maka ini artinya _satu_ yang tidak ada bandingannya.
>Alloh _satu_(maha esa) dalam masalah rububiyyah. Kita meyakini bahwasanya Alloh yang menciptakan kita, Yang mengatur urusan dialam semesta, Yang menguasai alam semesta.
>Alloh _satu_(maha esa) dalam masalah uluhiyyah. Tidak boleh ada satupun perantara kita menyembah untuk beribadah kepada Alloh.
>Alloh _satu_(maha esa) dalam masalah sifat dan nama”Nya. Dan Diantara nama” Alloh yang mulia adalah (Ash-Shomad).

Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata ,
*”Dia-lah yang sempurna dalam segala sifat”nya. Yang dimana semua makhluk butuh kepadaNya”*

– Mengetahui dan mengamalkan konsekuensi dari nama” dan sifat” Alloh. Maka dia akan yakin bahwa dia adalah makhluk yang lemah yang selalu butuh kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Tidak ada orang yang tidak butuh kepada Alloh. Dalam masalah” sekecil apapun maka yang paling pertama dimintai pertolongan adalah kepada Alloh Ta’ala. Maka ketika seorang hamba betul” merasakan betapa fakirnya ia dihadapan Alloh maka disitulah puncak kenikmatan beribadah kepadaNya. Lalu dia sholat kemudian rukuk kemudian sujud.

Rosulullah bersabda ,
*”Waktu yang paling dekat seorang hamba dengan RobbNya adalah ketika dia sedang sujud..”*

Maka hadirkanlah perasaan dalam hati kita ketika butuh jalan keluar dari setiap masalah kita maka laksanakanlah sholat dan sujudlah dihadapan Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

*”Yaa Alloh inilah jidatku aku berikan kepadaMu. Inilah aku yang lemah yang Tidak ada sesuatu yang kumiliki kecuali kembali kepadaMu. Bagaimanapun banyaknya hartaku, Aku tetap fakir dihadapanMu. Aku selalu butuh kepadamu Yaa Alloh”*

Inilah puncak kenikmatan beribadah kepada Alloh. Apapun keperluan kita maka selalu kita minta kepada Alloh. Diantara bentuk kemuliaan seorang manusia adalah tidak butuhnya dia terhadap manusia. Kita tidak dilarang meminta kepada manusia namun jangan itu dijadikan kebiasaan. Tapi kembalikan dulu kepada Alloh. Tempat bergantung dan kembali segala sesuatu.

Perhatikan !!
Alloh mendahulukan kata” _Dia tidak beranak_ daripada kata” _dan Dia tidak diperanakkan_ .
Karena banyak tuduhan” dari kelompok yang sesat atau agama” yang lain yang mengatakan bahwasanya Alloh itu punya anak. Maha suci Alloh dari apa yang mereka katakan
>Kaum yahudi berkata, “Uzair adalah putera Alloh
>Kaum nasrani berkata, “Nabi ‘Isa adalah anaknya Alloh
>Kaum musyrik dijaman jahiliyyah berkata, “Malaikat adalah anak perempuan Alloh

Maka Alloh menjawab tuduhan” mereka dengan mendatangkan surah al-ikhlas ini untuk membantah semua kebohongan” mereka. Perkataan mereka sangat munkar. Sungguh telah kafir orang” Yang mengatakan ‘Isa adalah putra Alloh. Sesungguhnya kamu telah mengatakan perkara yang sangat munkar. Hampir” saja langit pecah disebabkan ucapan mereka bahwa (Alloh memiliki anak ?). Hampir” gunung terbelah karena ucapan ini dan Hampir” gunung runtuh disebabkan karena perkataan mereka. Perhatikan !!
Betapa banyak Bencana” terjadi mungkin ini disebabkan karena banyaknya perkataan” yang mengatakan _Selamat menyembah tuhan selain Alloh, selamat bahwasanya Alloh memiliki anak ?_ Ini ucapan yang sangat buruk. Banyak diantara kaum muslimin yang ikut perayaan” mereka.
Waliyydzubillah

#Semoga menambah keimanan kita dan betul” kita berlepas diri dari segala macam bentuk perilaku” ibadah mereka(orang” kafir). Kalau sudah masuk dalam ranah aqidah dan agama maka *”Lakum diinukum waliyadiin”*

Wallahu a’lam

Harianto Madia Hafizhahullah

Baca Juga  Bersama Teman Sampai ke Ujung, Apakah Beruntung?

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here