📙Umdatul ahkam (bab tayammum)
Fawaid Taklim Ustadz Muhammad Syahrir,Lc حفظه الله

– Ketika ada keimanan di dalam hati kita maka akan dimudahkan kita untuk melakukan ibadah-ibadah seperti: sholat, puasa dan lain-lain.

– Orang yang sakit pada asalnya tetap disuruh sholat dengan berdiri dan kalau tetap tidak sanggup maka berbaring dan seterusnya. Agama islam adalah agama yang mudah namun tidak boleh bermudah-mudahan atau selalu mencari pendapat yang paling lemah.

“Barangsiapa yang bermudah-mudahan mencari rukhshoh maka itu satu tanda kezindikan”

– Agama sudah mudah tapi dia mencari-cari lagi kemudahan yang lain.

– Boleh bertayammum:

1. Kalau tidak ada air namum tidak boleh bermudah-mudahan, artinya misalkan di rumah tidak ada air maka dia lanksung menganggap tidak ada air padahal masih bisa ke rumah tetangganya dan lain-lain. Maksudnya tidak ada air adalah memang benar yakin tidak ada air di sekitar.

2. Atau ketika dia sakit kalau dia menggunakan air maka akan bertambah parah sakitnya atau dia tidak sakit tapi kalau dia menggunakan air maka dia sakit maka dia boleh bertayammum.

– Tayammum itu pengganti air artinya hukumnya seperti air. Yang rojih bahwasanya tayammum itu bisa untuk beberapa kali sholat. Kalau sudah ada air maka tayammumnya batal artinya dia musti menggunakan air. Ini yang membedakan antara tayammum dan air.

– Bertayammum menggunakan benda-benda yang belum berubah zatnya seperti pasir atau dengan batu atau dengan pohon. Yang tidak boleh itu seperti semen dan lain-lain karena dia sudah melalui perubahan zat. Debu yang kita gunakan untuk bertayammum itu harus thohir (suci). Harus ada debu yang menempel di tangan kita. Kata” منه menunjukkan harus adanya yang menempel di tangan kita. Ini dalam surah Al-Maidah.

“Tidak ada qiyas dalam ibadah-ibadah yang sifatnya tauqifiyyah”

#Cara bertayammum adalah dengan menepukkan tangan kita sekali ke tanah kemudian mengusap muka kemudian mengusap telapak tangan kanan dengan tangan kiri dan mengusap telapak tangan kiri dengan telapak tangan kanan. Dan boleh meniup debu tersebut kalau terlalu banyak asal jangan hilang semua.

– Kalau ada anggota wudhu yang tidak bisa dikena air entah itu luka dan lain-lain maka gantinya adalah dengan tayammum. Ini pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan ini pendapat yang lebih berhati-hati.

– Setiap ummat ada Rosul yang diutus di dalamnya dan di setiap zaman ada Nabi di utus di zaman itu. Perang tabuk, perang pertama antara kaum muslimin dengan orang romawi. Kita boleh sholat di mana saja karena Alloh sudah menjadikan bumi sebagai mesjid kecuali kuburan dan toilet. Beda dengan ummat terdahulu maka mereka kalau mau beribadah maka musti di tempat ibadahnya. Jangan ada sholat menghadap kuburan.

– Hukum asalnya tanah itu adalah dia suci sampai kita yakin bahwa dia najis seperti mungkin tercium bau kencing dan lain-lain.
– Alloh memberi syafaat qubro kepada Rosulullah yang tidak diberikan kepada yang lainnya.

Catatan Harianto Madia

Baca Juga  Puasa Asyuro dan Tasua 1441 H

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here