Mungkin, bukan hanya kami pribadi yang merasakan hal ini, mungkin Anda juga; yang begitu mencintai agama Allah ini⁣

Hari ini kita dihadapkan dengan berita-berita yang tak bersahabat⁣
Seolah-olah, kitalah penyandu dan orang-orang laknat yang tak diperbolehkan ikut bergabung dengan yang lainnya⁣

Hak kita tetap saja dipermasalahkan. Soal privasi kita diobok-obok, lalu bagaimana jadinya jika mereka juga kita perlakukan yang sama. Ketika mendengar berita tragedi berdarah, bom, terorisme, pembunuhan, dimana pelakunya mengaku muslim, entah mengapa saat itu aku selalu merasa sedih⁣

Sedih karena syariat yang begitu kucintai ini, selalu tertuduh. Selalu difitnah dengan fitnah yang keji. Lucunya, yang sering menyerang, adalah orang yang namanya kental dengan Islam, KTP-nya Islam, tapi otaknya liberal, pengacau, dan tak suka dengan persatuan kaum muslimin⁣

Aku selalu salah, bagaimana denganmu kawan?⁣
Merasa juga? Iya, sama. Kita punya masalah yang sama. Tentang kedamaian di negara Pancasila ini, hari demi hari kita dituntut untuk selalu tunduk dengan kemungkaran. Kita selalu dipaksa untuk mengakui perbuatan jahat mereka. Sampai kapan? Aku juga tak tahu⁣

Semoga negeriku damai selalu⁣
Semoga Indonesia, aman dan tak ada perpecahan di dalamnya⁣
Bagaimana denganmu kawan?⁣

“Sesungguhnya aku adalah rahmat yang dihadiahkan (oleh Allah)” (HR. Al Bukhari dalam Al ‘Ilal Al Kabir 369, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman 2/596. Hadits ini di-shahih-kan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, 490, juga dalam Shahih Al Jami’, 2345)⁣

@wizpinrang

Baca Juga  11 Golongan Manusia yang Dibenci Allah dalam Al-Qur’an

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here