S I W A K

Bismillah

Sebelum memulai pembahasan bab tentang siwak, Ustaz Muhammad Syahrir, Lc hafizhahullah menganjurkan kita agar sekiranya berdoa,

اللَّهُمَّ انْفَعْنا بِمَا عَلَّمْتَنا وَعَلِّمْنا مَا يَنْفَعُنا وَزِدْنا عِلْمًا

“Ya ALLAH berikanlah Kami Ilmu yang bermanfaat dan jadikanlah ilmu yg kami dapatkan tersebut bermanfaat untuk Qt semua.”

Dan ilmu yg bermanfaat untuk pelakunya adalah Ilmu yang di amalkan.

Hadist 1
Tentang Siwak

Dari Abi Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata, Rasulullah bersabda dalam hadistnya,

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ

“Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu” (HR. Ahmad, shahih).

Sunnahnya bersiwak, dalam hadist menjelaskan,

السِّوَاكَ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِّ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

“Siwak membuat bersih mulut dan mendatangkan ridho Allah.” (H.R Ahmad, shahih)

Sebagaimana fatwa Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin rahimahullah, jika ditanya hukum siwak dengan gosok gigi apakah sama? Beliau mengatakan sama bahwasanya sama2 mendapatkan pahala. Jika seseorang gosok gigi dengan Niat ibadah Akan mendapatkan pahala.

Siwak memiliki kelebihan yang lain yg tidak dimiliki Sikat gigi, di antaranya: Mudah dibawa-bawa, bisa dipakai kapan saja.

Yg intinya dimudahkan dalam mengamalkan Sunnah ini di manapun kapanpun Qt mau bersiwak . Kalau sikat gigi simpan di rumah lagi belum bawa odol nya juga.

Alakullihal

Point yg penting dsni adalah ketika kita gosok gigi maka kita niatkan sebagai ibadah karena itu perintah dari Rasulullah (ﷺ)

Faedah yg lain dari Hadist Ini adalah menunjukkan Rahmat dari Rasulullah (ﷺ) untuk ummat nya, Rasulullah (ﷺ) adlah orang yg sngat penyayang kpd ummat nya, Rasulullah (ﷺ) itu org yg sangat berat baginya jika sesuatu itu memberatkan umatnya, Dsni Rasulullah (ﷺ) snagat ingin mewajibkan siwak kpd ummat nya jangan Sampai Jika di wajibkan Akan banyak ummat nya yg berdosa karena meninggalkan nya, bgtu juga dengan sholat Tarwih Rasulullah (ﷺ) tida melakukan nya secara berjamaah selama 30 hari karena Takut ALLAH سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎, menurunkan perintah untuk mewajibkan Tarwih

Baca Juga  Karena Rahmat Allah, Dia Jadikan Untukmu Malam Dan Siang

Ini menunjukan betapa besarnya kasih sayang Rasulullah (ﷺ) kpd Ummat nya bahkan di akhir hayat Rasulullah (ﷺ) berkata ummati ummati beliau terus memikirkan kondisi ummat nya setelah ia tinggalkan.

Tentu apa yg kita berikan kepada Rasulullah (ﷺ) sejauh mana Qt mencintai Rasulullah (ﷺ).diantara bukti kecintaan kita kepada Rasulullah (ﷺ) salah mengamalkan sunnah nya dan mempelajari Sunnah nya.tidak mungkin kita mengamalkan Sunnah kalau Qt tidak mempelajari Sunnah nya, Duduk bermajelis salah satu bukti kecintaan kita kepada Rasulullah (ﷺ) karena pasti dalam bermajelis kita menyebut namanya dan bershalawat kepadanya:

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

“ *Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali* .” (HR. Muslim, no. 408)

_contoh yg paling mudah adalah di mulai dari mempelajari hadist arbain annawawi,paling tidak kalau belum bisa menghapalnya ,paling minimal Qt mengkhatamkan dan memahami maknanya sebagai dasar di kehidupan sehari-hari_

Kaedah usul Fikih hadist ini

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ

hukum asal dari perintah adlaah Wajib

Di sni dikatakan

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ

Karena bukan memberatkan ummatku saya akan *Perintah* kan , dsni Qt pahami siwak itu tidak di perintahkan Tapi kenpa di katakan Sunnah karena yg di Maksud dalam hadist ini adalah

لَأَمَرْتُهُمْ

Saya akan Perintah kan mereka dengan perintah wajib, dan yg di maksud Disni adalah _Laammartuhum amral ijab_ ,maka saya akan Perintah kan mereka dengan perintah wajib, tapi makna ini terhapus tidak di sebutkan dan maknanya dsni adalah saya perintahkan Mereka dengan perintah _annadb_ sbgai sesuatu yg Sunnah sifatnya

Karena ada dua kadang bermakna wajib kadang bermakna Sunnah, Disni bermakna perintah Sunnah sifatnya, tapi dalam Al-Qur’an Qt mendapatkan kalimat perintah kadang wajib ,Sunnah bahkan Mubah ketika ada sesuatu yg memalingkannya dari asalnya.

Baca Juga  Menuntut ilmu sampai mati

Hadist Yg Ke 2

Sayyidah Aisyah Radhiyallahu Anha berkta.: Diakhir hayat Rasulullah (ﷺ)
Abdur-Rahman bin Abu Bakar masuk kedalam rumahnya datang membawa Siwak yang dengannya masih basah dan Rasulullah ﷺ melihatnya. Dan Asiyah memahami bahwa Rasulullah ingin bersiwak dan Aisyah meminta `Abdur-Rahman bin abu bakar untuk memberikan Siwak kepadaku dan setelah dia memberikannya, aku membaginya, mengunyahnya dan memberikannya kepada Rasulullah ﷺ. Kemudian Rasulullah ﷺ membersihkan giginya dan pada saat itu

Aisyah Radhiyallahu Anha berkata saya tidak pernah melihat Rasulullah bersiwak sebaik cara bersiwak nya waktu itu (waktu akhir hayat ) , dan belum berpa lama Rasulullah (ﷺ) bersiwak Rasulullah (ﷺ) mengangkat jari telunjuk nya keatas dan Berkata *Firrafiqil a’la* , sayaa memilih bersama org” diatas (Sholeh,Siddiq,para Ambiya) sebanyak 3x setelah itu Rasulullah (ﷺ) meninggal di atas Dada _Aisyah Radhiyallahu Anha_

Hadist ini menunjukan keutamaan Aisyah Radyallahuanha

Rasulullah (ﷺ) sangat mencintai nya. Satu”nya gadis yg di nikahi Rasulullah adalah _Aisyah Radhiyallahu Anha_ dan org yg paling di cintai diantara semua manusia adalah
_Aisyah Radhiyallahu Anha_

HIngga Datang seoarang sahabat yg ingin bertanya kepada Rasulullah (ﷺ) yg merasa dia paling di perhatikan Rasulullah (ﷺ) sehingga dia merasa dia lah yg paling di cintai Rasulullah (ﷺ),

” Ya Rasulullah siapakah orang yg paling engkau cintai, Rasulullah (ﷺ) menjawab Aisyah ,
Dari kalangan Laki laki ya Rasulullah
Rasulullah (ﷺ) menjawab lagi : Bapak nya Aisya abu bakar as Siddiq ,
Kemudian siapa lagi Rasulullah?
Rasulullah (ﷺ) menjawab ; Umar bin Khatab dan di sebut kan banyak nama, namun belum di sebutkan namanya, karena sudah merasa malu menganggap namanya di sebut akhirnya dia menyetopnya.

Artinya Rasulullah memberikan perhatian kpd sahabat nya sehingga mereka merasa mereka lah paling di perhatikan dan di cintai.

Baca Juga  Apa yang dimaksud dengan “Tenggelam dalam hal yang mubah”?

Ini juga menjadi keutamaan Aisyah Radhiyallahu Anha, karena Rasulullah (ﷺ) meninggal di rumahnya , Aisyah Radhiyallahu Anha juga mengatakan sangat bangga di antara nikmat ya ALLAH سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎ berikan adalah karena air liurnya bercampur dengan Air liurnya Rasulullah (ﷺ)saat sebelum Rasulullah (ﷺ) meninggal dunia
Ketika siwak saudara laki lakinya Abdurahman bin abu bakar diambil Aisyah Radhiyallahu Anha untuk membersihkan dan melembutkankannya memakai giginya dan setelah itu di beri kan kepada Rasulullah (ﷺ).

*Faedah* ;
lain bahwasanya para nabi sebelum Meninggal Dunia di berikan pilihan oleh ALLAH سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎, apakah memilih dunia yaitu umur di panjang kan atau memilih akhirat (alam lain),
Karena Rasulullah (ﷺ) saat mengangkat telunjuk nya keatas seblum meninggal para ulama mengatakan beliau sedang di beri pilihan dan Rasulullah memilih *Firrafiqil a’la*
Di pindah kan bersama orang orang shaleh,Siddiq dan para Anbiya di alam lain
Aisyah dalam hadistnya

روى البخاري بسنده عن عائشة رضي الله عنها قالت: ((سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: ما من نبي يمرض إلا خيّر بين الدنيا والآخرة.

*dari Aisyah radhiyallahu anha bahwa dia mendengar Nabi bersabda : tidak ada seorang nabi yang sakit kecuali diberi pilihan antara kehidupan dunia atau akhirat*
HR. bukhori

_Sedikit tambahan dari kami tentang Siwak
Atas Rahmat ALLAH سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى‎,
Siwak walapun dari sebuah kayu tapi tidak melukai gusi dan_ _Ada banyak kandungan alami di dalam siwak yang diyakini mampu menjaga kesehatan gigi dan mulut, di antaranya alkaloid, silika, sodium bikarbonat, chloride, dan fluoride Di samping itu, siwak juga mengandung bahan alami lain, seperti vitamin C, kalsium, sulfur, essential oil, dan tannin_
Contoh:
anti bakteri,Membantu stimulasi air liur,pencerah gigi, antiseptik dan tanpa bahan kimia

_Wallahua’lam_

بارك الله فيك

Sumber :
Kajian Rutin Ustdz Muhammad Syahrir Lc.
Pembahasan Kitab Umdahtul Ahkam
Penulis : Erzadi Abu Musa

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here