📝 RITUAL PAWANG HUJAN (MAPPANINI BOSI “ISTILAH BUGIS”) ANTARA ADAT DAN PELANGGARAN SYARIAT

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Para pembaca yang dimuliakan Allah, pada kesempatan kali ini kita akan sedikit membahas tentang ritual pawang hujan (versi bugis biasa diistilahkan dengan mappanini’ bosi), terutama pelanggaran syariat, dan bahkan ritualnya yg menjurus pada kesyirikan.

“PENTING” (PENULIS TIDAKLAH MELARANG KITA BERDOA AGAR HUJAN UNTUK SEMENTARA TIDAK TURUN DI SAAT ADA ACARA PENTING)”

Tapi yang kami bahas pada tulisan ini adalah pelanggaran syariat yang menjurus pada kesyirikan yang dianggap biasa dalam ritual yang dilakukan pawang hujan/panini’bosi.

Para pembaca yang dimuliakan Allah.


Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَهُوَ الَّذِيْ يُرْسِلُ الرِّيٰحَ بُشْرًۢا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهٖ ۗ حَتّٰى اِذَاۤ اَقَلَّتْ سَحَا بًا ثِقَا لًا سُقْنٰهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَاَ نْزَلْنَا بِهِ الْمَآءَ فَاَ خْرَجْنَا بِهٖ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ ۗ كَذٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتٰى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

“Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 57)

Dalam ayat ini sangatlah jelas disebutkan bahwa Allah-lah yang mencipta­kan langit dan bumi, dan Dialah Yang Mengatur, Yang Memutuskan, Yang Memerintah, dan yang menundukkan hujan.

Para pembaca yang dimuliakan Allah, untuk menambah wawasan kita, alangkah baiknya kita pahami dulu apa itu ritual “Pawang Hujan atau mappanini Bosi”.

Ritual pawang hujan/panini’ bosi adalah sebutan untuk seseorang dalam masyarakat Indonesia yang dipercaya dapat mengendalikan hujan atau cuaca. Umumnya, pawang hujan mengendalikan cuaca dengan memindahkan awan. Jasa pawang hujan biasanya dipakai untuk acara-acara besar seperti perkawinan, konser musik dan acara lainnya, dimana dalam prosesnya mempunyai urutan kegiatan sebagai berikut.


1.Persiapan pawang hujan itu sendiri.
Dalam prakteknya pawang hujan dimata masyarakat awan bukanlah orang biasa tapi memiliku ilmu spritual yang tinggi atau memahami ilmu ghaib, dan perlu dipahami menjadi pawang hujan tidaklah datang dengan sendirinya.
Ada yg jadi pawang hujan karena faktor keturunan, dimana nenek moyangnya adalah pawang hujan atau ada yg jadi pawang hujan dengan melalui banyak ritual.

2.Penyiapan bahan bahan ritual.
Ritual pawang hujan atau Mappanini Bosi itu sendiri dengan menggunakan beberapa macam alat sebagai bahan pelengkap ritual tersebut seperti, gayung, batu
Cobek/ulek, kemiri, cabe merah, celana dalam, keris, ayam dll,

3.Pembacaan mantra-mantra.
Dalam prakteknya, ritual pawang hujan/mappanini bosi memiliki mantra tersendiri misalkan mantra pawang hujan versi bugisnya.


-Bismillahi rahmani rohim
Menyebut nama Allah Subhanah wa Ta’ala Yang maha pengasih lagi maha penyayang

-Nabi elere asemmu
Aku menyebutmu sebagai nabi Elere

-Pole ri langi’e
Yang di ciptakan dari langit

-Namunonno Rilino’e
Hingga turun ke muka bumi

-Uniankenngi Uwalai pappanini Bosi
Berniat untuk menghentikan Turunnya Hujan

-Barakka Insya Allah …
Karena Allah Ta Allah…

Dan masih ada jenis mantra lain yg tidak kami tuliskan

4.Proses Ritual
Dalam proses ritual, kegiatan pawang hujan/mappanini bosi memiliki beraneka ragam bentuk, tergantung dari metode pawang hujan tersebut, berikut beberapa contohnya
– ada yg menggunakan keris yg ditancapkan di tanah.
– ada yg menggunakan celana dalam penanggung jawab acara yg disertai dengan sesajen.
-batu cobek/ulekan di ikat dengan ilalang lalu digantung serta di bakar menjadi empat bagian.
-dan masih banyak ritual lainnya.

Para pembaca yg dimuliakan Allah, itu sekelumit dari ritual pawang hujan/mappanini bosi yg akan kami jelaskan penyimpangan di
dalamnya.

⛔️.melibatkan dukun/paranormal/orang yg mengaku mengetahui ilmu ghaib.

Pawang hujan yang diklaim bisa memindahkan hujan atau menahan hujan, maka sejatinya mereka ini adalah paranormal/dukun , sebagaimana dukun-dukun lainnya kadang hasil dari ritualnya ada yang berhasil dan ada yang gagal, walaupun pada prakyeknya kadang diperlihatkan nuansa islam, shalat dua rakaat dulu, dan dalam pembacaan mantranya menyebut nama Allah, memakai pakaian muslim dll.

Mendatangi pawang hujan sama hukumnya dengan mendatangi dukun. Hukumnya diperinci sebagai berikut.

-Jika Mendatangi dan bertanya kepada mereka tanpa membenarkanya, maka ini hukumnya dosa yang sangat besar dan tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

Barangsiapa mendatangi dukun lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, tidak akan diterima darinya shalat 40 hari. [HR. Muslim, no: 2230]

-Jika Mendatangi mereka dan membenarkan mereka maka ini adalah kafir
Disebutkan dalam hadits,

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad)

⛔️ Penyiapan bahan-bahan ritual yg tidak kita dapatkan dalam praktek ibadah yg dianjurkan dalam agama kita.
-menyiapkan celana dalam
-sesajen
-keris
-ayam
-cabe merah dan bawang merah
-Batu cobek/ulek
Dll, tergantung metode sang pawang hujan

Dalam proses ritual, kegiatan pawang hujan/mappanini bosi memiliki beraneka ragam bentuk, tergantung dari metode pawang hujan tersebut, berikut beberapa contohnya
– ada yg menggunakan keris yg ditancapkan di tanah.
– ada yg menggunakan celana dalam penanggung jawab acara yg disertai dengan sesajen.
-batu cobek/ulekan di ikat dengan ilalang lalu digantung serta di bakar menjadi empat bagian.
-Sesajen bawang merah dan cabe merah
-dan masih banyak ritual lainnya.

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak” (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)

Dan lebih parahnya lagi jika ritualnya sudah melibatkan sesajen

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

“Dan bahwasannya ada beberapa orang dari (kalangan) manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari (kalangan) jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (Qs. al-Jin: 6).

Pertanyaanya, ritual menggunakan keris, celana dalam, sesajen dan lainnya, diperuntukkan untuk siapa ???
Pastilah untuk selain Allah, karena Allah tidak butuh dengan ritual seperti itu.

⛔️ Pembacaan Mantra/Doa.
Dalam prakteknya kami bisa simpulkan bahwa rata rata ritual yg menyimpang dari ajaran agama, sebagian besar mantra dan doanya juga mengandung kekeliruan dalam makna.
-berdoa dengan menyebut mahluk Allah untuk membantunya.(malaikat, nabi,nama jin dll)
-merendahkan Allah, ini kami dapati dari mantra orang yg memiliki ilmu kekebalan.
-membaca alquran dari kiri kekanan.
– dan masih banyak model lainnya.

Mungkin ada yang bertanya, kenapa mantranya mujarab, maka jawabanya inilah tipu daya iblis dan bala tentaranya, agar kalian yakin dengan mantra syirik tersebut.

Para pembaca dimuliakan Allah, semoga dengan artikel ini, Allah membuka hati-hati kita untuk menjauhi kesyirikan, karena ritual ritual kesyirikan di jaman ini, syubhatnya sangat halus, hingga mereka yang tidak mendalami ilmu agama akan terperangkap di dalamnya.

Terakhir dari tulisan ini, kami mengajak para pembaca untuk senantiasa mempelajari ilmu agama, alhamdulillah majelis majelis ilmu lewat dunia nyata dan dunia maya sudah bertebaran dimana-mana, dan Semoga Allah menjauhkan kita dari dosa kesyirikan, dengan memperbanyak doa.

اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ , وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ

Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan (syirik) yang menyekutukan-Mu sedangkan aku mengetahuinya; dan aku memohon ampun kepada-Mu dari apa-apa yang tidak aku ketahui.

Akhukum Rahmat Abu Uwais

Baca Juga  Menjadi Terasing, Tetapi Berilmu

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here