Persahabatan” diatas keta’atan

Fawaid Taklim Ustadz Yusran Paddi.,SH حفظه الله*

– Majelis” ilmu adalah Perkumpulan yang dirahmati oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Perkumpulan didunia yang akan menjadi kenangan indah diakhirat kelak. Perkumpulan yang akan kita kenang saat kita nanti dimasukkan kedalam surga Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

– Tatkala diakhirat kelak ketika penghuni” surga telah dikumpulkan di surga dan ternyata ada temannya yang dahulu didunia selalu mereka menjumpainya ditempat” kebaikan , selalu bersama dengannya dalam ketaa’tan kepada Alloh Ta’ala. Namun ternyata disisi lain orang tersebut memiliki kesalahan sehingga dimasukkan kedalam neraka Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Maka disaat itulah bermanfaat *Persahabatan”* diatas keta’atan kepada Alloh Ta’ala.

Maka sahabat” yang tidak melihat temannya didalam surga padahal dulu didunia selalu melihatnya dimajelis” kebaikan, akan mengadu kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala ,

*”Yaa Robb , sesungguhnya masih ada teman kami yang dahulu selalu bersama kami dimajelis” kebaikan tapi kami belum melihatnya”*

Ternyata dia ditakdirkan masuk kedalam neraka disebabkan ada dosanya. Maka Alloh Subhanahu wa Ta’ala memberikan syafa’at karena teman”nya yang sholeh. Kalaulah majelis ilmu tidak ada keutamaannya selain keutaman ini maka ini sudah cukup untuk menjadi motivasi bagi kita mendatangi *majelis ilmu.*

Apatah lagi Keutamaan majelis ilmu begitu banyak namun (Wallahu Ta’ala a’lam) Apa yang masih menghalangi kita , memberatkan langkah kita , memberatkan hati kita untuk duduk tawadhu’ di majelis” ilmu. Maka ketika ada saudara” kita yang datang dari jauh melakukan perjalanan beberapa kali dalam sepekan. Dari Sidrap , dari Rappang dan kota” lainnya itu bukan hal yang mengherankan. Karena ketika seseorang memahami akan *nilai ilmu* maka jangankan dari satu kabupaten ke kabupaten. Para Ulama kita terdahulu mereka menempuh dari satu negeri ke negeri yang lain. Berjalan kaki atau berkendaraan yang seadanya. Berbulan” berhari” bahkan ada yang sampai menjual aset” mereka untuk mendatangi orang” yang diketahui memiliki ilmu atau hadist” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang belum mereka dapatkan.

– Satu tanda bahwa Alloh Subhanahu wa Ta’ala sudah menginginkan kebaikan kepada kita. Alloh sudah menghendaki kita untuk menjadi baik kondisi dunia dan akhirat kelak adalah _Ketika hati sudah mulai terbuka untuk mau mendatangi majelis” ilmu_.

Rosulullah bersabda ,
“Barangsiapa yang Alloh inginkan _kebaikan_ padanya , Alloh akan faqihkan ia dalam masalah agama”
(HR. Bukhori dan Muslim)

Kebaikan yang mencakup seluruh kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.
>siapa yang menghendaki kebaikan” maka datanglah ke majelis” ilmu
>siapa yang mengharapkan perubahan pada kehidupannya untuk menjadi lebih baik maka hadirlah di majelis” ilmu

Alloh berfirman :
“Wahai orang” beriman , Masuklah kedalam islam secara _(kaffah)_ keseluruhan…”
(QS. Al-Baqoroh:208)

>Mustahil seseorang untuk berislam secara kaffah jika dia tidak pernah duduk dimajelis” ilmu.
>Mustahil seseorang untuk berislam secara kaffah jika dia tidak pernah meluangkan waktunya untuk mempelajari agamanya.
>Mustahil seseorang untuk bisa berislam dengan baik jika dia tidak pernah memberikan *potensinya* , *pikirannya* , *hartanya* demi mempelajari agama Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Majelis” ilmu adalah warisan yang sudah terbukti telah melahirkan banyak ulama’. Bahkan ada yang keilmuannya seakan tidak masuk akal.
>Al-Imam Asy-Syafi’i dengan kemampuan hafalannya yang luar biasa.
>Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah yang bisa menulis hanya diatas kendaraannya bisa mengarang buku yang berjilid”.

*Mereka lahir dari majelis” ilmu !!*

Wallahu a’lam

🖋 Harianto Madia Hafizhahullah

Baca Juga  Menanamkan Tauhid Kepada Anak

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here