“MUSHAF AL QUR’AN MENJADI MEDIA TIPU DAYA IBLIS, DUKUN DAN BALA TENTARANYA”

Para pembaca yg dimuliakan Allah, beberapa tahun terakhir ini, saya sering mendapatkan beberapa ritual kesyirikan entah penggunaan lansung oleh dukun atau pelengkap medianya dengan menggunakan cetakan al qur’an.

Contoh Kita kembali sedikit membahas masalah manusia kembar buaya. Inti pembahasannya kali ini, berbagi pengalaman selama kami meruqyah tempat bersemayam sikembaran buaya yg pada intinya adalah syetan yg mengaku kembaran buaya, rata rata kami mendapatkan di tempat itu ada cetakan Al Qur’an, dengan tujuan mengelabui manusia, dengan memperlihatkan bahwa kesyirikan yg dilakukan adalah bernuansa islam.

Salah satu pelajaran bagi kita semua, bahwa cetakan Al Qur’an jika hanya dijadikan pajangan tidaklah membuat syetan ketakutan, bukan hanya dalam masalah ini sering kami dapati cetakan Al Qur’an sebagai alat mengelabui manusia dari kesyirikan, contoh ada beberapa dukun, yang saya lihat lansung dalam metode pengobatanya menggunakan cetakan Al Qur’an tapi bukan untuk dibaca tapi pelengkap ritualnya, catakan al quran dijadikan media kesyirikan, misalkan catakan alquran diikat dengan karet kemudian diputar digunakan sebagai alat meramal, ada yg menjual qur’an sebasar induk jari kaki sebagai jimat kekebalan,dll.

Pada intinya itu adalah bagian dari pada cara syetan mengelabui manusia.

Padahal Al Qur’an diturungkan menjadi penawar dan rahmat dengan cara dipelajari, dibaca, ditadabburi dan diamalkan bukan sebagai jimat.

Allah berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآَنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS. Al Isro’: 82).

Sehingga pendapat yang lebih tepat, larangan menjadikan cetakan Al Quran sebagai jimat, atau menjadikan sebagai pajangan untuk mengusir syetan itu terlarang.

Dengan tujuan untuk menutup jalan agar tidak terjerumus dalam kesyirikan yang lebih parah.
Berdalil dengan dalil-dalil umum yang melarang jimat.

Jimat dari Al Qur’an bisa membuat Al Qur’an itu dilecehkan, bisa jadi pula dibawa masuk ke kamar mandi, atau terkena kotoran (najis).

Agar tidak membuat sebagian dukun yang sengaja menuliskan ayat-ayat Al Qur’an lantas menaruh di bawahnya mantera-mantera syirik.

Seseorang akan tidak perhatian lagi pada Al Qur’an dan do’a karena hanya bergantung pada ayat Al Qur’an yang dipajang atau dikenakan.

Dalil yang mengharamkan tamimam, jimat atau azimat secara umum adalah:

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيمَةً فَلاَ أَتَمَّ اللَّهُ لَهُ وَمَنْ تَعَلَّقَ وَدَعَةً فَلاَ وَدَعَ اللَّهُ لَهُ

“Barangsiapa yang menggantungkan (hati) pada tamimah (jimat), maka Allah tidak akan menyelesaikan urusannya. Barangsiapa yang menggantungkan (hati) pada kerang (untuk mencegah ‘ain, yaitu pandangan hasad atau iri, ), maka Allah tidak akan memberikan kepadanya jaminan” (HR. Ahmad )

Dalam riwayat lain disebutkan,

مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ

“Barangsiapa yang menggantungkan tamimah (jimat), maka ia telah berbuat syirik” (HR. Ahmad )

Terakhir kepada para pembaca yg dimuliakan Allah, semoga Allah menjauhkan kita dari kesyirikan, dan menjauhkan dari tipu daya dukun dan sekutunya.

Akhukum

Ustadz Rahmat Abu Uwais Hafizhahullah

Baca Juga  11 Golongan Manusia yang Dibenci Allah dalam Al-Qur’an

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here