*🍁Menuntut ilmu sampai mati*
*🎙Ustadz Yusran Paddi.,SH حفظه الله*

🌄Kita tidak akan bisa membalas pemberian Alloh Ta’ala kecuali dengan menjadi hamba yang bersyukur kepadaNya. Bersyukur dengan hati kita, lisan kita yang memuji Alloh Ta’ala dan dengan perbuatan amalan” sholeh. Besarnya nikmat istiqomah di atas kebaikan yang Alloh berikan kepada hambaNya karena terkadang bukan ibadah yang berat.

Contohnya sholat, cuma beberapa menit saja bukanlah hal yang berat.
>Tidak berat melangkah ke mesjid
>Tidak berat untuk berdiri di belakang imam untuk sholat” berjama’ah.

💬Akan tetapi yang berat adalah istiqomah untuk bisa sholat. Sanggup atau tidak kita untuk istiqomah rutin hadir lima kali sehari semalam untuk melaksanakan sholat berjama’ah.

Begitupula dengan duduk di majelis taklim. Tidak berat ‼️
Sekedar duduk saja apa yang berat ? Palingan cuma pegal” sedikit atau ngantuk dan kalau ngantuk kadang ada yang tidur 🙂 dia tidur pun tetap dapat pahala.

Tidak ada batasan untuk kita berbuat kebaikan-kebaikan kecuali telah datang kematian.

Alloh Ta’ala berfirman :
_”Dan sembahlah Robbmu sampai datang al yaqin (yakni ajal).”_
(QS. Al-Ḥijr :99)

💌Nikmati istiqomah dalam kesabaran di atas kebaikan meskipun kebaikan” yang kecil.

Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ,
*”Amalan yang paling dicintai di sisi Alloh adalah amalan yang rutin (kontinu) meskipun sedikit.”*

– Termasuk ibadah yang paling afdhol setelah ibadah yang paling fardhu adalah duduk di majelis” ilmu (belajar ilmu agama). Ibadah yang besar nilainya dan Ibadah yang begitu banyak pahalanya. Oleh karena itu hendaknya kita menjadi orang” yang istiqomah duduk di majelis” ilmu bahkan menjadikannya kebutuhan dan memang semestinya harus menjadi kebutuhan kita akan ilmu tersebut.

Baca Juga  Cadar dan Keinginan Untuk Istiqomah Secara Sadar (1)

Imam Ahmad rahimahullah berkata,
*”Kebutuhan seorang manusia terhadap ilmu lebih besar daripada kebutuhan kepada makanan dan minuman. Hal itu karena seseorang membutuhkan makanan dan minuman hanya sekali atau dua kali dalam sehari maka itu sudah cukup untuk menunjang hidupnya, adapun kebutuhannya terhadap ilmu itu setiap hembusan nafasnya.”*

💤Ilmu di butuhkan setiap saat bahkan ketika ingin tidur pun ilmu sudah di butuhkan agar tidur kita sesuai dengan apa yang di ajarkan oleh Rosulullah sehingga tidur kita bernilai pahala karena landasan ilmu.

💧Begitupula ketika mau wudhu, apa yang musti di cuci terlebih dahulu. Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kita bagaimana caranya.

Alloh Ta’ala berfirman :
_”..Katakanlah (Wahai Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”_
(QS. Az-Zumar:9)

– Orang” yang berilmu dan tidak berilmu pasti akan berbeda dalam perbuatan keseharian dan juga berbeda dalam meraih pahala. Mungkin orang yang berilmu dan tidak berilmu mengerjakan hal sama tapi ada yang mendapat pahala dan ada yang tidak.

🚾Contoh ketika mau masuk wc, misalnya ada orang melangkah masuk wc dengan kaki kirinya atas dasar ilmu sementara yang lain dengan kaki kirinya karena kebetulan semata maka yang melangkah atas dasar ilmu menyebabkan dia mendapat pahala.

🕌Juga ketika mau masuk mesjid, orang yang melangkah sengaja dengan kaki kanannya karena mengetahui bahwa inilah yang disunnahkan oleh Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka langkahnya bernilai ibadah. Beda dengan orang yang sekedar melangkah karena kebetulan saja mendapati kaki kananya maka langkahnya tidak bernilai pahala karena tidak berlandaskan ilmu.

Baca Juga  TAK PERNAH BOSAN......

*Olehnya kita bersyukur ketika kita bisa istiqomah di majelis” ilmu.*

🔖Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya, _”Wahai Imam, kapan kita istirahat dari duduk di majelis ilmu, kapan kita istirahat dari membaca, kapan kita istirahat dari belajar dan mengajarkan ilmu ?.”_

Imam Ahmad menjawab,
*”(Istirahat yang sesungguhnya ialah) pada saat engkau pertama kali menginjakkan kakimu di surga.”*

Wallahu a’lam

Akhukum Harianto Madia Hafizhahullah

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here