Kiat-Kiat Menggapai Hati Yang Selamat

Fawaid Taklim Ustadz Yusran Paddi, S.H. حفظه الله

Oleh Harianto Madia حفظه الله

– Tidak dikatakan seorang berilmu kecuali dia:

     > Mengambil ilmu dari orang yang ada di atasnya
     > Mengambil ilmu dari orang yang selevelnya
     > Mengambil ilmu dari orang yang di bawahnya

Ini menunjukkan kesempurnaan ilmunya.

– Kitalah sendiri yang lebih mengetahui hati kita masing-masing.

– Mari kita memperhatikan isi hati kita karena hati ini ibarat pemimpin. Kalau segumpal daging itu baik maka baiklah seluruh tubuh.

– Tidak ada tangan yang menyakiti saudaranya kecuali dari hati yang sakit didalamnya.

– Tidak ada lisan yang menyakiti hati saudaranya kecuali dari hatinya yang sakit.

– Semua yang terjadi pada anggota tubuh kita itu tergantung hati kita.

– Hati yang bersih sangat tinggi nilainya ketika di akhirat nanti melebihi harta dan anak-anak.

– Ketika sudah banyak kita miliki maka rasanya biasa, tapi ketika sudah tidak kita miliki baru kita merasakan betapa pentingnya.

– Nanti” orang” yang sakit baru merasakan butuhnya nikmat kesehatan.-

– Alloh menilai hamba-hambaNya itu dari hati-hati mereka.

– Tidak melihat kepada jasad kita  dan tidak kepada bentuk tubuh atau harta” kalian tetapi 2 yang dinilai yaitu hatinya dan kepada amalan” kalian.

– Ketika hati kita mendapat nilai yang tinggi disisi Alloh maka akan berdampak positif kepada amalan” kita.

– Lisan kita akan bernilai ketika kita gunakan berdzikir kepada Alloh dan harta kita gunakan di jalan Alloh.

– Amalan” hati itu lebih besar nilainya disisi Alloh dibanding amalan” tubuh.
>Ikhlas
>Tasa takut
>Qona’ah
>Ridho
Dan lain sebagainya.

– Sebagaimana disebutkan dalam riwayah ibnu mas’ud kepada generasi” tabi’in, “Semangat kalian beribadah melebihi semangat sebagian para sahabat tapi amalan sahabat lebih mulia karena mereka lebih zuhud terhadap dunia”.

– Salah satu amalan yang sangat mulia yaitu zuhud terhadap dunia.

– Kondisi hatinya tidak terpengaruh entah hartanya lagi banyak atau sedikit.

– Zuhudlah terhadap apa yang dimiliki kepada manusia.

– Sesungguhnya para sahabat masih lebih mulia karena mereka zuhud terhadap dunia.

– Amalan hati yang juga menjadi tolak ukur adalah Taqwa.

– Sesungguhnya yang paling mulia disisi Alloh di antara kalian adalah yang paling bertaqwa.

#Kondisi hati ada 3 :
1) Hati yang sudah mati. Hati yang sudah tertutupi karena apa yang mereka perbuat. Kondisi hati berdampak pada amalan” tubuh. Jika dosanya kecil maka nodanya kecil. Kalau dosanya sedang maka dosanya sedang. Kalau dosanya besar(kesyirikan) maka hatinya akan tertutupi dari kebaikan”
2) Hati yang sakit. Jiwa yang mencela dirinya. Hati yang masih bercampur antara kebaikan dan keburukan. Meskipun kadar penyakit hatinya bermacam”. Ini umumnya hati” orang beriman.
3) Hati yang selamat. Bukan berarti tidak ada sama sekali dosa. Ketika dia terjatuh kepada satu dosa maka dia segera bertobat dan tidak kembali lagi kepada dosa tersebut.

#Kiat” untuk mewujudkan hati yang selamat ,
1) Ikhlas. Memurnikan keimanan kita kepada Alloh. Kita kuatkan tawakkal kita kepada Alloh. Rasa takut dan harap kita hanya kepada Alloh. Menghindarkan diri dari kesyirikan” besar dan mengikhlaskan beramal hanya kepada Alloh Ta’ala.
2) Ridho. Senantiasa ridho dengan apa yang Alloh takdirkan untuk kita dan qona’ah(merasa cukup) dengan apa yang telah diberikan oleh Alloh. Semua yang terjadi pada diri kita semua telah ditetapkan oleh Alloh 50ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Dan itulah yang terbaik untuk kita karena Alloh yang menciptakan kita maka Alloh lah yang paling tau yang terbaik untuk kita. Dibaliknya pasti ada hikmah entah itu kita lihat atau masih disembunyikan oleh Alloh. Ridho dengan segala takdir Alloh Ta’ala.
3) Banyak” bertaubat dan istighfar kepada Alloh Ta’ala. Diatara yang menjadi kebiasan Rosulullah ialah beristighfar 100kali setiap hari padahal beliau sudah dijaga kebersihan hatinya. Untuk menjadi contoh bagi kita karena kita pasti lebih banyak terjatuh kepada dosa dan kesalahan. Tundukkan pandangan semampu kita. Pintu yang paling banyak menjatuhkan kita adalah pintu pandangan tersebut.
4) Banyak” berprasangka baik(husnudzon) memberikan udzur kepada saudara kita. Kata ulama kita berikan dia 99 udzur terlebih dahulu. Dahulukan prasangka baik. Berikan pintu maaf. Amalan hati yang mulia adalah memberikan maaf kepada saudara kita
5) Banyak” mengingat kematian. Itu akan melembutkan hati” kita
6) Banyak” berdoa kepada Alloh. karena hati kita ada dijari jemari Alloh. Meminta tolong kepada Alloh agar membersihkan hati” kita.

🖋 Harianto Madia

Baca Juga  Seputar Tayammum

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here