๐Ÿ“œ KESYIRIKAN DALAM MASJID

Para pembaca yang dimuliakan Allah, kali ini kami akan membahas tentang masalah kesyirikan yang terjadi dalam masjid yang kadang kita temui di masyarakat, dan bagi orang yang awam akan masalah tauhid maka akan memandang remeh masalah ini, padahal Allah berfirman:

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุดู’ุฑููƒู’ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุถูŽู„ู‘ูŽ ุถูŽู„ูŽุงู„ู‹ุง ุจูŽุนููŠุฏู‹ุง

โ€œBarangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnyaโ€ (QS. An Nisaโ€™: 116).

di ayat yang lain Allah juga berfirman

ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุฃูŽุดู’ุฑูŽูƒููˆุง ู„ูŽุญูŽุจูุทูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู’ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ

โ€œSeandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.โ€ (QS. Al Anโ€™am: 88).

Para pembaca yang dimuliakan Allah, sebelumya tulisan ini saya buat, dengan alasan kejadian beberapa bulan yang lalu, kejadian itu berawal ketika saya hendak mengisi Khutbah Jum’at, bagi saya mesjid kali ini yang akan saya tempati khutbah termasuk besar dan banyak jamaahnya, cuman satu yang saya sedih melihatnya, singkat cerita waktu itu tinggal 15 menit masuk waktu khutbah Jum’at, tak lama kemudian datang seorang jamaah menghampiri Pak Imam, karena kebetulan saya dan Pak Imam duduk berdampingan, jamaah yang menghampiri Pak Imam ternyata membawa seekor anak ayam jantan, sebagai tolak bala, dengan cara berdoa yg aneh, satu tangannya diangkat untuk berdoa, dan satu lagi memegang jengger ayam (lali’ manu’ (bahasa bugis), dengan tujuan sedikit melukai agar ada darah yg keluar dari jenggernya, untung jamaah yg membawa ayam itu sudah siap dengan menutup lubang dubur ayam dengan jarinya, kalau tidak maka akan ada kotoran ayam di masjid.

Setelah melihat kejadian tersebut, perasaan saya sudah tidak bisa menerima kejadian tersebut, apalagi dilakukan dalam masjid dan pelakunya seorang Imam, maka dengan izin Allah saya merubah tema Khutbah Jum’at saya dengan tema bahaya kesyirikan, sekaligus setelah khutbah juga memimpin salat jum’at, yg selama ini saya jarang memimpin salat jum’at kalau mengisi khutbah jum’at, dan hasilnya setelah salat Pak Imamnya cepat keluar dan tanpa berbicara lagi sama saya karena marah, bagi saya nggak masalah, yang penting masyarakat memahami tentang masalah ini.

Para pembaca yang dimuliakan Allah, intinya ada dua hal yg kami titik beratkan dalam masalah ini.
1.Bahaya Kesyirikan berupa tumbal/sesajen darah
2.Larangan bermakmun/Salat di belakang pelaku kesyirikan.

Pada kesempatan ini kita akan sedikit membahasnya.

1.Bahaya Syirik berupa tumbal/sesajen darah

Allรขh Azza wa Jalla berfirman:

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽูŠู’ุชูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ุฏู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽู„ูŽุญู’ู…ูŽ ุงู„ู’ุฎูู†ุฒูŠุฑู ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูู‡ูู„ู‘ูŽ ุจูู‡ู ู„ูุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู

Sesungguhnya Allรขh hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan sembelihan yang dipersembahkan kepada selain Allรขh [al-Baqarah/2:173]

Imam Ibnu Jarรฎr ath-Thabari rahimahullah berkata: โ€œArtinya, sembelihan yang dipersembahkan kepada sesembahan (selain Allรขh Azza wa Jalla) dan berhala, yang disebut nama selain-Nya (ketika disembelih), atau diperuntukkan kepada sembahan-sembahan selain-Nyaโ€.

Dalam sebuah hadits shahih, dari โ€˜Ali bin Abi Thรขlib Radhiyallahu anhu, Rasulullรขh Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda: โ€œAllรขh melaknat orang yang menyembelih (berkurban) untuk selain-Nyaโ€

Hadits ini menunjukkan ancaman besar bagi orang yang menyembelih (berkurban) untuk selain-Nya berupa laknat Allรขh Subhanahu wa Taโ€™ala yaitu dijauhkan dari rahmat-Nya. Karena perbuatan ini termasuk dosa yang sangat besar, bahkan termasuk perbuatan syirik kepada Allรขh Azza wa Jalla, sehingga pelakunya pantas untuk mandapatkan laknat Allรขh Azza wa Jalla dan dijauhkan dari rahmat-Nya.

Intinya Allah sangat membenci yang namanya kesyirikan walaupun tumbalnya hanya seekor lalat, sebagaimana dalam sebuah riwayat.

Berikut kisah dua orang orang yang masuk neraka karena lalat dan masuk surga juga karena lalat,

ุนู† ุทุงุฑู‚ ุจู† ุดู‡ุงุจุŒ ุฃู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„: (ุฏุฎู„ ุงู„ุฌู†ุฉ ุฑุฌู„ ููŠ ุฐุจุงุจุŒ ูˆุฏุฎู„ ุงู„ู†ุงุฑ ุฑุฌู„ ููŠ ุฐุจุงุจ) ู‚ุงู„ูˆุง: ูˆูƒูŠู ุฐู„ูƒ ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ุŸ! ู‚ุงู„: (ู…ุฑ ุฑุฌู„ุงู† ุนู„ู‰ ู‚ูˆู… ู„ู‡ู… ุตู†ู… ู„ุง ูŠุฌูˆุฒู‡ ุฃุญุฏ ุญุชู‰ ูŠู‚ุฑุจ ู„ู‡ ุดูŠุฆุงู‹ุŒ ูู‚ุงู„ูˆุง ู„ุฃุญุฏู‡ู…ุง ู‚ุฑุจ ู‚ุงู„: ู„ูŠุณ ุนู†ุฏูŠ ุดูŠุก ุฃู‚ุฑุจ ู‚ุงู„ูˆุง ู„ู‡: ู‚ุฑุจ ูˆู„ูˆ ุฐุจุงุจุงู‹ุŒ ูู‚ุฑุจ ุฐุจุงุจุงู‹ุŒ ูุฎู„ูˆุง ุณุจูŠู„ู‡ุŒ ูุฏุฎู„ ุงู„ู†ุงุฑุŒ ูˆู‚ุงู„ูˆุง ู„ู„ุขุฎุฑ: ู‚ุฑุจุŒ ูู‚ุงู„: ู…ุง ูƒู†ุช ู„ุฃู‚ุฑุจ ู„ุฃุญุฏ ุดูŠุฆุงู‹ ุฏูˆู† ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ุŒ ูุถุฑุจูˆุง ุนู†ู‚ู‡ ูุฏุฎู„ ุงู„ุฌู†ุฉ)

Dari Thariq bin Syihab, (beliau menceritakan) bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pernah bersabda, โ€œAda seorang lelaki yang masuk surga gara-gara seekor lalat dan ada pula lelaki lain yang masuk neraka gara-gara lalat.โ€ Mereka (para sahabat) bertanya, โ€œBagaimana hal itu bisa terjadi wahai Rasulullah?โ€ Beliau menjawab, โ€œAda dua orang lelaki yang melewati suatu kaum yang memiliki berhala. Tidak ada seorangpun yang diperbolehkan melewati daerah itu melainkan dia harus berkorban (memberikan sesaji) sesuatu untuk berhala tersebut. Mereka pun mengatakan kepada salah satu di antara dua lelaki itu, โ€œBerkorbanlah.โ€ Ia pun menjawab, โ€œAku tidak punya apa-apa untuk dikorbankan.โ€ Mereka mengatakan, โ€œBerkorbanlah, walaupun hanya dengan seekor lalat.โ€ Ia pun berkorban dengan seekor lalat, sehingga mereka pun memperbolehkan dia untuk lewat dan meneruskan perjalanan. Karena sebab itulah, ia masuk neraka. Mereka juga memerintahkan kepada orang yang satunya, โ€œBerkorbanlah.โ€ Ia menjawab, โ€œTidak pantas bagiku berkorban untuk sesuatu selain Allah โ€˜azza wa jalla.โ€ Akhirnya, mereka pun memenggal lehernya. Karena itulah, ia masuk surga.(โ€Dikeluarkan oleh Ahmad dalam Az Zuhud hal. 15, dari Thoriq bin Syihab dari Salman Al Farisi radhiyallahu โ€˜anhu).

Intinya tidak ada alasan pada kejadian itu, bahwa yg dilakukan bukanlah kesyirikan, yang sangat disayangkan tumbalnya adalah ayam, mengeluarkan darahnya, dilakukan dalam masjid dan pelakunya adalah seorang imam masjid.

2.Larangan bermakmun/salat di belakang prlaku kesyirikan.

Para pembaca yang dimuliakan Allah pahamilah bermakmun di belakang pelaku syirik yang telah kita ketahui kesyirikanya adalah hal yg dilarang dan salatnya tidak sah, sebagaimana dalam sebuah fatwa.

Pertanyaan:

Bolehkah saya shalat bermakmum kepada orang yang sering beristighasah (minta tolong) kepada selain Allah? Dia sering beristighasah dengan ucapan, โ€œWahai sang penolong, wahai Jailani, tolonglah kami.โ€ Jika saya tidak mendapatkan imam lain selain orang tersebut, bolehkah saya shalat di rumah?

Jawaban:

Kita tidak boleh shalat di belakang semua orang musyrik. Di antara orang musyrik adalah orang yang beristighasah dan memohon bantuan kepada selain Allah, karena beristighasah kepada selain Allah (orang yang sudah mati, berhala, jin, dan lain-lain) adalah perbuatan menyekutukan Allah.

Adapun ber-istighasah kepada orang yang masih hidup, yang ada di depan kita dan orang tersebut mampu memberikan bantuan, maka hal ini dibolehkan. Berdasarkan firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Musa โ€˜alaihis salam,

ููŽุงุณู’ุชูŽุบูŽุงุซูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู…ูู† ุดููŠุนูŽุชูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู…ูู†ู’ ุนูŽุฏููˆู‘ูู‡ู

โ€œLalu orang yang dari kelompok Musa ber-istighasah (minta tolong) kepada Musa untuk menghadapi orang yang dari kelompok musuh Nabi Musa.โ€ (Qs. al-Qashash: 15).

Jika Anda tidak bisa mendapatkan seorang imam muslim yang akidahnya selamat (benar), Anda boleh shalat di rumah. Jika Anda bisa mengumpulkan kaum muslimin, Anda bisa shalat di mesjid sebelum imam yang musyrik tersebut atau sesudahnya. Apabila kaum muslimin setempat mampu melengserkan imam yang musyrik tersebut, maka mereka wajib melakukannya, kemudian menunjuk imam pengganti yang akidahnya selamat. Yang demikian ini termasuk perkara amar maruf nahi munkar dan perkara menegakkan syariat Allah di bumi-Nya. Dengan syarat, hal itu tidak akan menimbulkan fitnah. Allah berfirman,

ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุจูŽุนู’ุถูู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุก ุจูŽุนู’ุถู ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽูˆู’ู†ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูู†ูƒูŽุฑู

โ€œOrang-orang yang beriman dari kalangan laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh kebaikan dan mencegah kemungkaran.โ€ (Qs. at-Taubah: 71).

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

ู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุฃูŽู‰ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู‹ุง ููŽู„ู’ูŠูุบูŽูŠู‘ูุฑู’ู‡ู ุจููŠูŽุฏูู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุทูุนู’ ููŽุจูู„ูุณูŽุงู†ูู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุทูุนู’ ููŽุจูู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุถู’ุนูŽูู ุงู’ู„ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู

โ€œBarangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya. Kalau dia tidak mampu, ubahlah dengan lisannya. Kalau dia tidak mampu, ubahlah dengan hatinya. Dan inilah selemah-lemahnya iman.โ€ (HR. Muslim).

Sumber: Fatawa Syaikh Bin Baaz, Jilid 2, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz.

Para pembaca yang dimuliakan Allah, masalah seperti di atas sebenarnya telah banyak kami jumpai yang sungguh pelakunya adalah mereka yang diangkat Imam masjid, beberapa contoh yang biasa kami dapati.
-Seorang Imam masjid yang menggunakan jimat
-Seorang Imam masjid yang mengajarkan kepada masyarakat untuk memelihara Linrung (keturunan Buaya)
-Seorang Imam masjid yang kerjaan sampinganya sebagai pemotong hewan di tempat ritual kesyirikan
-Seorang Imam masjid yang masih memberi sesajen.
-dan masih banyak yang lainnya

Dari sini kita akan paham tentang pentingnya masalah tauhid, dan kami berharap dengan tulisan ini, bagi mereka yang memiliki kewenangan dalam penyelesaian masalah ini, agar bisa saling bekerjasama untuk memperbaiki keadaan ummat.

Semoga Allah menjauhkan kita dari dosa kesyirikan, dengan memperbanyak doa.

ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูุดู’ุฑููƒูŽ ุจููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู , ูˆูŽุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููƒูŽ ู„ูู…ูŽุง ู„ูŽุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู

Ya Allรขh! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan (syirik) yang menyekutukan-Mu sedangkan aku mengetahuinya; dan aku memohon ampun kepada-Mu dari apa-apa yang tidak aku ketahui.

Pinrang 25 Rajab 1440 Hijriah
Sahabatmu

Ustadz Rahmat Abu Uwais Hafizhahullah

Baca Juga  Tafsir surah Al-Fil dan Quraisy

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here