Kenikmatan Yang Menipu

Di antara tanda seseorang syukur akan nikmat Allah adalah ia akan menggunakan nikmat itu untuk memaksimalkan ibadah. Tidak ada alasan menunda atau bermalas-malasan dalam ibadah jika 2 nikmat telah berkumpul bersamaan, yaitu SEHAT dan WAKTU LUANG. Salah satunya hilang maka ibadah yg dikerjakan tidak akan maksimal

> Sehat tapi sibuk, maka ibadah tidak maksimal. Beribadah ala kadarnya saja dengan prinsip yg penting kerja, atau sekedar menggugurkan amalan wajib. Adapun amalan nafilah dikesampingkan dulu, dengan alasan masih bisa di lain waktu

> Memiliki waktu luang, tapi sedang sakit, maka ibadah pun tidak akan maksimal. Banyak ibadah yg bisa dilakukan di waktu luang tersebut, namun hanya sekedar angan jika raga terkapar tak berdaya.

Kebanyakan manusia tidak menyadari, jika sehat dan waktu luang adalah nikmat, sehingga tidak memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bacalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari)

Jika Sehat dan Waktu luang kita miliki hari ini, bersegeralah dengan semangat untuk mengerjakan ketaatan. Jangan menunda, karena peluang itu sudah di depan mata.

✏️ Ust. Achil Abdul Hafid حفظه الله (Pinrang, 11 Okt 2018/ 06.31 WITA)

Baca Juga  Shalat Sunnah Rawatib

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here