HUKUM MACCERA WETTENG “daerah bugis”/ Mapati”daerah jawa” (Ritual Kehamilan )

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Para pembaca yg dimuliakan Allah, pada kesempatan ini kami ingin membahas sedikit masalah Hukum Maccera wetteng /Mapati, sebagaimana yang kita ketahui di masa pandemi corona menurut para Ahli, saat pandemi corona melanda penggunaan alat kontrasepsi dikalangan pasangan suami-istri yang ada di masyarakat menurun drastis sehingga angka kehamilan di indonesia melonjak tajam, namun pada artikel ini bukan masalah data angka kehamilan yg ingin kami bahas, tapi kami menginginkan kebaikan kepada para orang tua terkhusus kaum muslimin, agar kelahiran si buah hati jauh dari ritual – ritual kesyirikan.

Para pembaca yang dimuliakan Allah, perlu dipahami maccera wetteng/mapati adalah budaya yg telah menjadi turun temurun di negeri kita.

Memiliki anak adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi kedua orang tua, tapi sayangnya kadang karena kecintaan yg berlebihan membuat kita jatuh pada lembah kesyirikan.

Berbahagia dan mendoakan istri yg telah hamil adalah hal yang diperintahkan dalam agama kita.

Allah berfirman:

هُوَ الَّذِىْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّـفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ اِلَيْهَا‌ ۚ فَلَمَّا تَغَشّٰٮهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيْفًا فَمَرَّتْ بِهٖ‌ ۚ فَلَمَّاۤ اَثْقَلَتْ دَّعَوَا اللّٰهَ رَبَّهُمَا لَٮِٕنْ اٰتَيْتَـنَا صَالِحًا لَّـنَكُوْنَنَّ مِنَ الشّٰكِرِيْنَ

“Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur”.”
[QS. Al-A’raf: Ayat 189]

Tapi yg jadi permasalahan bagi kita, kadang kebahagian, rasa syukur dan doa dirusak dengan acara kesyirikan.

Pembaca yang dimuliakan Allah pada pembahasan ini, kami tidak ingin masuk dalam masalah yg sering diperdebatkan oleh beberapa ustadz tentang hukumnya Syukuran kehamilan 4 dan 7 bulan , karena terlalu banyak tulisan tentang permasalahan ini.

Tapi yang ingin kami jelaskan, tentang tipu daya iblis dan bala tentaranya dalam ritual ini, yang kadang kita lalai dalam menyikapinya, padahal itu adalah bagian dari kesyirikan.
Maccera Wetteng apakah itu kehamilan bulan ke 4 atau bulan ke 7 adalah sebuah tradisi yg masih sangat kental dilakukan oleh beberapa masyarakat, terkhusus daerah bugis. Mungkin diantara kita nggak paham arti dari maccera, maka pahamilah bahwa maccera itu berarti memberi darah, walaupun sebenarnya bagi orang yg memahami tentang tauhid, maka istilah “MACCERA” sudah menunjukkan bahwa ada ritual darah di dalamnya, Namun dalam pengistilah orang bugis terbiasa dengan istilah maccera, bahkan biasa Aqiqah yg merupakan perintah nabi diistilahkan maccera anak, walaupun dalam pantauan kami kegiatan ini kadang ada ritual kesyirikan yg muncul, apalagi jika didalamnya sudah ada dukun yg berpartisipasi

Sebelum kita lanjut, supaya para pembaca tidak gagal paham terhadap kami, bahwa penulis tidaklah melarang yang namanya syukuran, jika pembaca ingin syukuran tiap hari dan mengundang kerabat untuk makan itu sah sah saja bagi kami selama tidak ada ritual kesyirikan didalamnya, tapi dalam tulisan ini kami hanya ingin mengungkap ritual kesyirikan yg kadang dipoles dengan acara syukuran dan tolak bala.

Para pembaca yg dimuliakan Allah, acara maccera wetteng, merupakan salah satu acara saat kehamilan, acara maccera wetteng pada dasarnya ritual ini dipimpin oleh seorang dukun, walaupun kadang kita dikelabui dengan Ada yang acara keislaman sesudahnya, dan inilah yg dibenci dalam agama kita mencampur adukkan kesyirikan dan keislaman.

Allah berfirman :

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَـقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَـقَّ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.”
[QS. Al-Baqarah: Ayat 42]

Para pembaca yg dimuliakan Allah, ritual maccera wetteng yg pernah kami teliti adalah sebuah acara yg melibatkan kesyirikan dalam ritualnya, yg kadang tidak disadari oleh masyarakat awam, sebagai contoh dalam kegiatan ini ada ritual pemotongan hewan, dengan mengambil sebagian darahnya yg diusapkan diperut ibu yang sedan hamil, selain itu ada juga ritual oleh dukun yakni mengambil tempat pembakaran dupa dan diputar-putarkan di atas kepala sang ibu. Asap dupa yang keluar, diusap-usapkan di rambut calon ibu tersebut. Perbuatan ini memberi makna untuk mengusir roh-roh jahat yang bisa mengganggu kelahiran bayi. Menurut kepercayaan mereka, roh jahat itu terbang bersama asap dupa, ritual lainnya seperti pemberian sesajen kesungai atau sumur tempat sang ibu dimandikan apakah itu berupa tumbal ayam, telur, songkolo 7 warna dan sesajen lainnya, dan masih banyak ritual kesyirikan laiinya, salah satunya pemberian jimat kepada ibu hamil, sebagai jimat penjagaan untuknya dan sicalon bayi.

inilah beberapa contoh kesyirikan dalam acara maccera wetteng, yang merupakan adat turun temurun yang masih biasa kita jumpai di tengah masyarakat bahkan mungkin keluarga kita.

sungguh inilah realita yang ada yang terjadi dimasyarakat. Hingga nyatalah masih banyak saudara kita yg mengaku muslim yg tidak memahami masalah bahaya kesyirikan, padahal jelaslah firman Allah tentang bahaya kesyirikan.

وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya” (QS. An Nisa’: 116)

Di ayat yg lain Allah berfirman,

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am: 88).

Para pembaca yang dimuliakan Allah, terakhir dari kami berusahalah mengikuti petunjuk Allah dan Rasulnya, salah satu cara yg diajarkan untuk mendapatkan keturunan yang saleh dengan memperbanyak berdoa

Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam berdoa sebagaimana dalam Al Qur’an

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

“ [Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh]”. (QS. Ash Shaffaat: 100).
Ini adalah do’a yang bisa dipanjatkan untuk meminta keturunan, terutama keturunan yang sholeh, tanpa kita melakukan ritual maccera wetteng yang didalamnya ada ritual kesyirikan.

Semoga Allah menganugerahkan pada kita sekalian keturunan bagi yang belum dianugerahi dan dikaruniai anak-anak yang sholeh dan sholehah, dan menjauhkan anak anak kita dari gangguan iblis dan bala tentaranya.

Sahabatmu
Ustadz Rahmat Abu Uwais Hafizhahullah

Baca Juga  Zuhud Terhadap Dunia

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here