🔰Hamba” Pilihan (‘Ibadurrahman)
Fawaid Taklim Ustadz Yusran Paddi.,SH حفظه الله

– Semua makhluk adalah hamba Alloh. Akan tetapi ketika Alloh menyebutkan secara khusus beberapa karakter ciri hambaNya yang istimewa bahkan Alloh menyandarkan hambaNya tersebut dengan diantara namaNya yang paling mulia “Ar-Rahman” karena kehidupannya akan senantiasa dipenuhi rahmat dan didalam naungan dan perlindungan dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Alloh berfirman :

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا(63) وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا(64) وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا(65) إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا(66) وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا (67

_”Dan hamba” Alloh yang maha penyayang itu adalah orang” yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang” jahil menyapa mereka , mereka mengucapkan kata” yang baik. Dan (mereka ‘ibadurrahman adalah) orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Robb mereka. Dan orang” yang berkata: ‘Yaa Robb kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya jahannam itu seburuk” tempat menetap. Dan orang” yang apabila membelanjakan(harta), mereka tidak berlebihan dan tidak(pula) kikir dan adalah (pembelanjaan itu) ditengah” antara demikian”_
(QS. Al-Furqān :63-67)

*#Ciri mereka (‘Ibadurrahman)* :

1⃣Yang berjalan diatas muka bumi ini dengan tenang dan mulia. Bukan berjalan seperti cara berjalan yang dilarang Alloh. Yaitu berjalan dengan kesombongan dan kecongkakan. Berjalan seakan dialah yang terbaik. Tidak perlu kalian berjalan sombong karena kalian tidak akan mampu menembus bumi dan kalian tidak akan bisa menyamai tingginya gunung” tersebut. Bahkan makhluk” Alloh yang besar(gunung” yang kokoh) , tunduk kepada Alloh. Sehingga tidak pantas manusia” yang *kerdil* berjalan diatas muka bumi dengan *congkak* dan *sombong*.

Juga bukan cara berjalan seorang lelaki yang ditegur oleh ‘Umar bin khoththob radhiyallahu ‘anhu , Lelaki tersebut berjalan terlalu *Loyo*. Berjalan membungkuk seakan seperti kucing yang ketakutan atau seperti orang yang sakit. Sehingga ‘Umar menegur dan mengatakan , _”Tidak seperti itu yang Alloh perintahkan sebagaimana ciri ‘ibadurrahman.”_ Sehingga ‘Umar meluruskan badan lelaki tersebut dan mengatakan , _”Seperti inilah yang diperintahkan oleh Alloh.”_ Berjalan dengan tenang dan tegak dengan semangat. Bukan cara berjalan yang seolah kalau tertimpa angin maka ia akan jatuh.

Baca Juga  PDF Silsilah Belajar Bahasa Arab

2⃣Ketikah melewati kelompok manusia” yang jahil (tidak mau belajar agamanya sehingga tidak mengetahui mana yang baik dan buruk) mereka akan mengeluarkan kata” yang tidak mengenakkan. _’Ibadurrahman_ ketika ada perkataan seperti itu mereka hanya membalas dengan perkataan” yang baik. Hukum asal setiap kebaikan dalam bentuk ucapan atau perbuatan maka hendaknya dibalas dengan kebaikan pula. Bahkan keburukan kita balas dengan kebaikan. Ucapan buruk dibalas dengan ucapan baik.

3⃣Yang melewati malam”nya dengan Qiyamul lail. Amalan yang sangat mulia dan sunnah yang sangat tinggi nilainya.

Rosulullah bersabda ,
_”.. Dan sholat yang paling afdhol setelah sholat wajib adalah sholat malam(qiyamul lail).”_

Bahkan di antara perintah awal” wahyu diturunkan kepada Rosulullah.

Alloh berfirman :
_”Wahai orang yang berselimut (Muhammad) ! , Bangunlah pada sebagian malam(untuk sholat).”_
(QS. Al-Muzammil :1-2)

Amanah kenabian adalah amanah yang paling berat. Seorang Rosul harus menantang arus yang sedang terjadi di ummatnya. Rosulullah diutus membawa agama *Tauhid* ditengah” kemusyrikan. Datang membawa ajaran untuk menjauhi perzinahan ditengah” masyarakat gemar dengan perzinahan. Datang membawa ajaran perintah untuk menjauhi khomr ditengah” ummat yang minuman kegemarannya adalah khomr. *Berat sekali ujiannya !!*

Alloh mengetahui beratnya beban yang diberikan kepada RosulNya maka Alloh memberikan *kunci* agar bisa sukses mengemban amanah tersebut. Di antara kuncinya adalah _”Bangunlah pada sebagian malam (qiyamul lail).”_ Karena itu adalah sumber kekuatan dan sebab kesuksesan. Sehingga siapapun yang merasa berat dengan amanah apa saja yang di emban atau apa saja yang di cita”kan maka mulailah dengan Qiyamul Lail. Insyaalloh amanah” akan bisa kita laksanakan dengan baik.

*Qiyamul Lail* minimal satu rakaat witir, baik sebelum tidur atau menjelang masuknya waktu subuh. Untuk bisa menjaga qiyamul lail butuh proses. Jangan langsung 11 raka’at , mungkin satu hari masih bisa bangun namun besoknya nanti bulan depan ? *Itupun kalau masih bisa bangun !!* Mulailah dengan ringan , satu raka’at kemudian tiga raka’at dijaga dengan baik. Nanti setelah mudah kita laksanakan maka kita lakukan yang lebih berat dari itu. Tentunya ketika seorang hamba sudah menjaga(qiyamul lail) maka ia akan senantiasa berada dalam lindunganNya dan menjadi sebab Alloh akan mencintainya. Alloh akan menjaga pendengaran hamba tersebut. Alloh akan menjaga pandangan hamba tersebut. Sehingga tangannya senantiasa dijaga oleh Alloh dan kakinya akan diarahkan oleh Alloh untuk melakukan kebaikan”. Tidak ada malamnya yang terlewatkan tanpa Qiyamul Lail.

Baca Juga  HUKUM MACCERA WETTENG "daerah bugis"/ Mapati"daerah jawa" (Ritual Kehamilan )

4⃣Yang senantiasa menyandungkan dalam doa” mereka perlindungan kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala agar dilindungi dari *azab jahannam*. Siksa yang paling pedih dan tidak bisa terbayangkan bagaimana hakikat mengerikannya neraka jahannam. Disamping itu, hal paling mengerikan yang bisa dijangkau oleh akal kita pun maka itu sama sekali tidak bisa menjangkau *ngerihnya* dan *pedihnya* siksa neraka jahannam. Mungkin ada penjara pernah kita baca yang menurut informasi bahwa itu adalah penjara paling mengerikan maka ketahuilah itu sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan mengerikannya penjara jahannam.

Begitupun dengan keindahan” surga yang disebutkan dalam alquran semua itu hanyalah gambaran”. Di dalam surga ada buah”an seperti anggur , kurma , susu , madu dan lain sebagainya. Semuanya hanya namanya saja yang sama. Adapun hakekatnya tidak ada yang sama. Hakekat surga adalah apa yang mata belum pernah melihatnya dan apa yang telinga belum pernah dengarkan bagaimana nikmatnya surga. Bahkan surga yang sebenarnya belum pernah ada angan”(khayalan) yang mampu menjangkau keindahan surga.

Jangankan neraka jahannam, neraka yang paling rendah saja tidak bisa terbayangkan bagaimana pedihnya. Dikurung tidak bisa lolos dan penduduk neraka saat lapar dengan puncak lapar yang tidak bisa dibayangkan mereka meminta makanan yang ternyata buah _zaqqum_ setelah mereka makan ususnya terurai. Ketika mereka kehausan dengan puncak kehausan yang mereka rasakan maka diberikan air yang mendidih dan tidak ada waktu istirahat meskipun hanya sedetik.

_Waliyydzubillah_

Oleh sebab itu pantaslah kita selalu mengulangi perlindungan kita dari pedihnya neraka jahannam.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ,
_”Apabila diantara kalian telah tasyahud akhir maka berlindunglah kepada Alloh dari empat hal.”_ Rosulullah mengucapkan *Allahumma inni a’udzubika min ‘adzabi jahannam , wa min ‘adzabilqobri , wa min fitnatilmahya walmamati , wa min syarri fitnatil masihiddajjal.*

Baca Juga  Mengapa sih Harus Islam Terus yang Dijadikan Candaan?

_’Yaa Alloh , aku berlindung kepadamu dari siksa jahannam , siksa kubur , fitnahnya kehidupan dan kematian dan dari keburukan fitnahnya al-masih ad-dajjal.’_ (HR. Muslim)

5⃣Yang gemar dalam berinfaq, ketika mereka bersedekah maka mereka tidak boros. Apa yang dimaksud boros dalam bersedekah ? Mengeluarkan seluruh hartanya namun Melalaikan kewajiban”nya. Sedekah yang berlebihan seperti melalaikan hak istri dan anak”.

Mungkin ada yang mengatakan , Lalu bagaimana dengan Abu bakr ash-shiddiq ? Kisahnya yang gemar bersedekah sampai” mengeluarkan seluruh hartanya dijalan Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga apakah ini dikatakan boros dalam bersedekah ? Ulama” kita menjelaskan bahwa Abu bakr ash-shiddiq adalah orang yang cerdas dalam berdagang. Sehingga walaupun ia mengeluarkan semua hartanya maka dalam waktu yang singkat hartanya akan kembali. Oleh karena itu jangan hanya melihat sepotong”(semangatnya Abu bakr) sehingga kita mengeluarkan semua harta misal menginfakkan rumah, trus nanti kalau pulang mau tinggal dimana.? Oleh karena itu tetap *Pertengahan*

Jangan juga kikir dalam bersedekah. Kalau mau berinfak maka selalu diseleksi isi dompetnya. Dipilih yang paling rendah nilainya. Kalau masih ada lima ribu maka jangan sepuluh ribu. Kalau masih ada dua ribu maka jangan lima ribu padahal masih banyak hartanya. Ini indikasi kikir dalam bersedekah.

*’Ibadurrahman selalu pertengahan*

Wallahu a’lam

Akhukum Harianto Madia Hafizhahullah

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here