Fenomena Linrung (Manusia Kembar dengan Buaya)

Bismillah
Sebelumnya jangan lupa share ke sahabat dan keluarga agar melalui tulisan ini, kita turut andil dalam mendakwahkan tauhid.

Mari kita tadabburi ayat berikut ini
Allah berfirman dalam Al Qur’an:

{الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ}

Yang telah menciptakan kamu, lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang. (Al-Infithar. 7)

Penjelasan ayat di atas yakni apakah yang telah memperdayakan kamu berbuat durhaka terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu, lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang. (Al-Infithar: 7), Yaitu yang telah menjadikanmu sempurna, tegak mempunyai tinggi yang seimbang dengan bentuk yang paling baik dan paling rapi.

Ayat diatas menegaskan kepada kita tentang kesempurnaan penciptaan manusia, dan cukuplah ayat ini membantah kepercayaan #Linrung (kembar Buaya) tersebut

Dari sisi ilmu biologi, kembar antara manusia dan buaya tidak mungkin terjadi. Menurut Peneliti, hubungan DNA antara reptil dan manusia sangat jauh berbeda. Jika manusia memiliki 23 pasang kromosom, maka buaya jauh lebih sedikit dan sangat sederhana. Tidak serumit manusia.

Tidak hanya itu, jenis kelamin buaya itu ditentukan oleh suhu telur. Dan sperma atau sel telur dari manusia dan buaya tidak akan bisa menyatu.”Jika kemudian ada yang mengatakan buaya itu keluar dari rahim, saya kira tidak ada yang dapat membuktikan. Jika pun buaya itu hidup dipencernaan maka itu juga sesuatu yang tidak mungkin, karena tingkat keasaman lambung akan membunuhnya,”

Di Pinrang, beberapa orang juga menjadikan buaya bagian dari keluarga. Bahkan menurut beberapa pasien ruqyah, setiap tahun bersama keluarganya memberi sesajen pada buaya yang ada di sungai. “Biasanya diberikan telur dua buah. Itu dilakukan kalau nenek saya sudah mimpi bertemu dengan kembaran buaya-nya itu, bahkan yg lebih parah ada yg sudah membuat tempat tidur untuk #linrung (kembaran buaya)

Mitos kembar dengan buaya nampaknya sudah menjadi budaya bagi sebagian kalangan masyarakat Bugis-Makassar..

Sebagai seorang Muslim yang beriman dan berpikir tentu tidak seharusnya kita percaya akan adanya mitos tentang manusia kembar buaya ini. Bagaimana mungkin seorang manusia melahirkan bayi kembar manusia dan buaya? Ketika berfikir secara logika tentunya tidak mungkin, gen yang dibawa oleh manusia dan buaya saja sudah berbeda. Namun bagi sebagian masyarakat Bugis-Makassar yang masih mempercayai akan adanya hal tersebut, diyakini dapat memberikan mereka peruntungan jika memelihara dan memperlakukannya persis dengan kembaran manusianya.

Saya kerap kali menemukan pasien ruqyah yang diyakini memiliki kembar buaya ini, ada yang karena sakit usus buntu, migran, maag akut, sering pingsan, dan karena sering kesurupan. Tidak sengaja terbongkar kedoknya saat ada mahasiswi yang pingsan, saya bacakan Alfatihah ia langsung berteriak kesakitan.

Berdasarkan pengalaman di lapangan, orang yang kembar dengan buaya ini biasanya turun-temurun dari generasi kegenerasi pada suku Bugis dan Makassar, yang tradisi dan ritul-ritualnya tak bisa terelakkan, hingga generasi penerusnya. Dan jika sengaja mengabaikan maka akan mengalami semacam kejadian–kejadian aneh yang tidak bisa diterima dengan akal sehat manusia. Untuk menelusuri asal muasalnya kepercayaan ini tentu susah mencari sumbernya karena sudah melewati banyak generasi.

Biasanya, orangtua yang anaknya memiliki kembaran buaya ini memiliki kemampuan dapat menyembuhkan sakit, bisa meramal, mampu melihat makhluk halus, pada tahapan tertentu ia bisa menjadi dukun.

Cara mengobatinya pun beragam, ada dengan meludahi tempat yg sakit, cukup meniupnya, menjilat. Kemudian bisa mengetahui kejadian masa lampau namun dalam keadaan kesurupan sehingga yang menyampaikan adalah jin yang ada di tubuhnya, dan ada pula yang dibisiki oleh jin. Sementara mendengar bisikan, sang dukun berpura-pura membaca Alquran.

Namun yang sangat disayangkan, mereka tidak menyadari bahwa anaknya telah menjadi tumbal atau korban atas praktek yang ia lakukan. Pasalnya jin seolah membuat ia merasa seolah dapat memberikan manfaat pada orang lain, padahal tidak ada jin yang memberikan bantuan tanpa imbalan, jika tdk ingin disebut tumbal. DI sisi lain, jin juga kerap berpura-pura mengingatkannya agar menjaga ibadah, ada yg mengaku sering dibangunkan untuk solat tahajud, mendapat penjagaan, dan mengetahui ketika ada orang yg mau menjahati atau menyantet dia. Padahal semua adalah tipu daya jin. Allah sudah mengingatkan tentang tipu daya jin ini dalam FirmanNya.

Dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (QS. 72:6)

Malaikat-malaikat itu menjawab:”Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”. (QS. 34:41)

Benar saja. Kebanyakan dari anak mereka, yang memiliki kemampuan tersebut akhirnya juga mengalami hal serupa, kembar dengan buaya, mulailah ia sering kesurupan bertingkah seperti buaya yang diyakini bahwa itu adalah kembarannya. Jika ia kesurupan, pasti meminta makan. Cara memberi makannya pun macam-macam, ada yang dilarutkan ke sungai, ada yang harus dibuatkan ranjang, dibelikan baju dan topi, dibacakan ayat Alquran, dll.

Menurut informasi yang berhasil saya himpun, jika orang yang punya keturunan kembar buaya ini menikah, dia harus melakukan “bebuang” semacam sesaji yang berbentuk kapal dari daun pisang yang berisi telur, lilin, kacang-kacangan dan di hayutkan dilaut dengan bantuan orang pintar (sandro). Disertai ikatan benang kuning di tangannya sewaktu bersanding atau mengucapkan akad nikah. Jika ritual ini tidak di laksanakan oleh orang yang bersangkutan, maka akan terjadi kejadian aneh-aneh semasa pesta perkawinannya.

Pada akhirnya kami tegaskan semua adalah tipu daya setan. Semoga bisa menambah khazanah pengetahuan, terutama bagi diri saya pribadi yg berupaya mengikat ilmu dengan tulisan.

Adapun kebenaran dan yg baik semua datang dari Allah, sementara kesalahan dan yg buruk dari saya pribadi, mohon dimaafkan.
Wallahu ‘alam. (dari berbagai artikel)

Akhukum

Ustadz Rahmat Abu Uwais Hafizhahullah

Baca Juga  Untuk saudaraku yang ditimpa musibah

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here