DALAM PENANTIAN

Saat padi mulai menguning mendominasi hamparan sawah, petanda bulirnya matang berisi. Kini petani berada dalam penantian. Menanti panen raya kan tiba.

Mata berbinar haru, bibir senyum tersungging, hati pun riang gembira. Itulah ekspresi kebahagiaan sang petani.

Aksioma kehidupan telah mengajarkan; jika ada gerak usaha, kan ada hasil yang dinanti. Siapa yang menanam benih, ianya pula kan menuai.

Dalam masa penantian ini, ada Harap dan juga Cemas. Penuh harap agar hasil akhir sebanding dengan jerih payah. Perasaan cemas, jika musibah melanda dan memusnahkan, sebelum panen tiba.

Dalam masa penantian, jangan banggakan capaian sementara yang nampak secara kasat mata. Terlebih melahirkan kepongahan dan mengandalkan kemampuan diri semata.
Tapi, tawadhukkan dan sadarkan dirimu, bahwa manusia adalah makhluk yang sangat lemah. Kelemahanmu membutuhkan kepada yang Maha Kuat, yaitu Allah Ta’ala.

Manusia hanya bisa berusaha secara maksimal, Allah penentu hasil finalnya. Setelah berusaha dan berupaya kekuat daya, serahkan hasilnya kepada Rabbul ‘Alamin. Tujukan tawakkalmu kepada Allah semata.

Firman Allah Ta’ala:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

“dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Tholaq: 2)

—-
Pinrang, 14 Oktober 2019(11.10)

Ustadz Achil Abdul Hafid, S.H. Hafizhahullah

Baca Juga  LAUT PUN TUNDUK

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here