📗 Syarah Ushul Iman (Bab lanjutan beriman kepada takdir Alloh)
🎙 Fawaid Taklim Ustadz Sayyid Tashdiq, Lc., M.A. حفظه الله
🖋 Harianto Madia حفظه الله

– “Barangsiapa yang dimudahkan langkahnya menuntut ilmu maka akan dimudahkan jalannya ke surga”

– Ada 4 yang harus kita imani :
1. Kita harus yakin Alloh Maha mengetahui segala sesuatu. Baik sebelum terjadi sedang terjadi dan setelah terjadi. Alloh maha mengetahui. Manusia hanya mengetahui setelah mempelajari. Namun Alloh, sebelum terjadi maka Alloh sudah mengetahui.

2. Alloh telah mencatatkan semua takdir. Alqolam (pena) adalah yang pertama kali Alloh ciptakan dan Alloh menyuruh pena untuk mencatat segala sesuatunya di lauhul mahfudz.

– Lamanya wahyu turun selama 23 tahun.

– Ketika bayi sudah berumur lebih 120 hari maka dicatat takdirnya 4 perkara yaitu rezekinya, ajalnya, amalnya, bahagia atau tidak. 4 perkara ini sudah tercatat di lauhul mahfudz. Bukan berarti berubah yang tercatat di lauhul mahfudz. Alloh mencatat hal tersebut sesuai hikmah Alloh, sesuai ilmu Alloh.

3. Alloh tidak menzolimi hamba-Nya. Karena dikasi kehendak dan manusia yang memilih.
– “Sungguh kalian akan ditanyakan apa yang kalian telah nikmati”.

4. Alloh menciptakan kebaikan dan keburukan karena ada hikmah dibaliknya. Bukan berarti Alloh suka keburukan tersebut. Seandainya Alloh menginginkan maka Alloh akan jadikan semua beriman.

>Alloh menciptakan sesuatu karena kehendak Alloh.

– Kita punya kehendak untuk berbuat kebaikan tapi kalau Alloh tidak menghendaki tidak akan terjadi, maka dari itu kita disyariatkan bilang insyaalloh.

– Ketika ada panggilan adzan, tidak ada yang menghalangi kita meninggalkan kemaksiatan untuk menuju sholat kecuali atas ijin Alloh. Kita berbuat karena Alloh yang memudahkan kita.

#Buah dari hasil beriman kepada takdir :

1)Mereka akan senantiasa menyandarkan dirinya kepada Alloh saat sebelum atau sedang melakukan sesuatu. Dengan tetap melakukan sebab-sebab. Makanya kita tidak boleh meremehkan amalan” kecil, misal berdoa sebelum jalan. Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan. Setelah melakukan satu pekerjaan maka lakukan lagi pekerjaan lain.

2)Akan menghilangkan rasa ujub dalam diri kita karena kita tidak bisa berbuat kecuali atas ijin Alloh. Tidak boleh kita mengatakan “ini karena kehendak Alloh dan kehendakku”. Ini kalimat kesyirikan.namun boleh kita katakan, “ini karena kehendak Allah kemudian kehendakmu.”
* Kalian tidak bisa istiqomah kecuali atas ijin Alloh. Maka selalu kita minta kepada Alloh untuk diistiqomahkan dijalan lurus.

3)Akan merasakan ketenangan. Tidak merasa sempit. Selalu lapang hatinya terhadap takdir Alloh. Ketika ditimpa musibah maka dia mengatakan “Innalillahi wa inna ilaihi roji’un” kemudian mengatakan “Alhamdulillah ala kulli hal”.
Senantiasa merasa tenang karena itu semua terjadi atas kehendak Alloh.
* Senatiasa berprasangka baik kepada Alloh. “Musibah bagi orang” beriman adalah penggugur dosa”. Inilah kesabaran hakiki menerima takdir Alloh. Kalo kena musibah dilarang meratap.
* Sesungguhnya kesabaran itu dari pas pertama kali. “Yaa Alloh , Berikan pahala dari musibah yang menimpa saya dan berilah ganti yang lebih baik”. Orang tidak akan mati sampai telah habis rezekinya.
* Semua telah tercatat di lauhul mahfudz agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang terluput dari kita begitupun dengan hal yang kita dapatkan maka jangan kita berbangga diri karena semua itu terjadi atas ijin Alloh.

– Alqodariah mereka berkeyakinan seorang hamba punya kehendak sendiri. Alloh tidak punya kehendak terhadap makhluk. Ini mengingkari takdir. Ini pemikiran sesat. Nah ahlussunnah wal jama’ah bersikap pertengahan. Makhluk punya kehendak tapi dikontrol oleh Alloh. Contoh: kalau kita ingin merencanakan sesuatu tiba2 tidak jadi terlaksana. Manusia itu cuma menanam bibit namun Alloh lah yang menumbuhkan.

Wallahu a’lam

🖋 Harianto Madia

Baca Juga  Menjadi Terasing, Tetapi Berilmu

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here