Konsultasi dalam Tabligh Akbar Wasathiyah ahlussunnah wal jama’ah dalam masalah iman , takdir , sahabat

Pertanyaan :
Apakah takdir buruk yang tercatat di lauhul mahfudz dapat dirubah ?

Jawaban :

Dijawab Oleh Ustadz Sayyid Tashdiq, Lc,.MA حفظه الله

Semua takdir yang telah dicatatkan oleh Alloh Ta’ala di lauhul mahfudz tidak akan berubah. Ini pendapat yang benar dari kalangan ulama kita. Tidak akan berubah !!

Kemudian yang perlu kita ketahui takdir buruk ini merupakan anggapan manusia. Semua yang Alloh tetapkan di lauhul mahfudz itu baik menurut Alloh Subhanahu wa Ta’ala karena dengan hikmah. Keburukan yang dialami manusia misalnya kena musibah dan sebagainya itu cuma anggapan manusia padahal bagi orang beriman adalah penggugur dosa baginya.

Takdir yang Alloh tetapkan itu tidak akan berubah di lauhul mahfudz. Adapun kitab pada catatan malaikat itu bisa berubah sesuai kehendak Alloh Ta’ala. Tapi ujung”nya sudah tercatat di lauhul mahfudz karena malaikat pun tidak mengetahui isi lauhul mahfudz.

Jadi takdir itu diangsur, ada namanya takdir sanawi yaitu takdir yang diangsur setiap tahun setiap malam lalilatul qodr. Ada takdir tiap hari. Ada takdir yang diangsur dari lauhul mahfudz ke catatan para malaikat ketika umur janin sudah melebihi 120 hari setelah ditiupkan ruh atau sebelum ditiupkan ruh. Ini takdir sudah ada di lauhul mahfudz semuanya namun diangsur sebagaimana alquran 30 juz sudah ada di lauhul mahfudz itu diangsur turun melalui malaikat Jibril kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selama umur dakwah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai meninggal.

Jadi bagi orang yang beriman semua yang menimpanya dianggap baik. Klo kita betul” beriman kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala maka kita akan merasakan tanda” orang yang beriman.

Baca Juga  Tempat Untuk Santuy dan Rebahan yang Paling Bagus

Apa tanda”nya orang beriman ? Bagaimana ciri” nya ? Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Sungguh mengherankan urusan orang mukmin , ketika ditimpa suatu kenikmatan dia bersyukur kepada Alloh dan itu baik baginya dan ketika ditimpa suatu musibah maka dia bersabar dan itu baik baginya”

Sekali lagi!! Kalau kita iman kepada takdir maka kita akan merasakan *ketenangan dalam hati* Kita mengatakan “Innalillahi wa inna ilaihi roji’un”. Selalu berbaik sangka kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Alloh Subhanahu wa Ta’ala lebih tau apa yang terbaik bagi hambaNya. Wallahu A’lam

Catatan : Harianto Madia

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here