📙 Umdatul ahkam (Bab adab” masuk kamar kecil)
🎙Fawaid Taklim Ustadz Muhammad Syahrir,.Lc حفظه الله

– Dari Anas bin malik radhiyallahu ‘anhu , bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kalau mau masuk kamar kecil maka Beliau mengatakan ,

         اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

“Yaa Alloh , saya berlindung kepadamu dari gangguan jin laki” dan jin perempuan”

Pelajaran dari hadist ini :
>Kesempurnaan agama islam.
Di dalam islam tidak hanya sekedar mengatur bagaimana jual beli yang benar , bagaimana pemerintah dengan rakyatnya , bagaimana berumah tangga.
Tapi perkara yang munkin kita anggap sepele juga dijelaskan didalam agama islam. Yaitu doa yang kita ucapkan sebelum masuk ke kamar kecil. Dan banyak disebutkan ayat” dan hadits” tentang kesempurnaan islam.
Rosulullah bersabda ,
“Saya meninggalkan kalian dalam kondisi sudah terang benderang , malamnya seperti siang harinya”
Artinya tidak ada kebaikan kecuali sudah dijelaskan, tidak ada keburukan kecuali kita sudah diperingatkan untuk tidak mendekatinya. Maka kalau ada hal” yang tidak kita ketahui bukan berarti hal itu tidak disebutkan dalam alquran dan haditd tapi yang lemah adalah kita sendiri.
“Bertanyalah kepada orang” berilmu ketika kamu tidak mengetahui”
Alqur’an adalah penjelasan terhadap segala sesuatu.

>Kamar kecil atau toilet itu merupakan tempat tinggalnya syaithon.
Syaithon suka bertempat tinggal pada tempat” yang kotor. Oleh karena itu ketika kita ingin masuk kedalam tempat tinggalnya maka diantara sunnahnya adalah kita berdoa kepada Alloh supaya Alloh melindungi kita. Karena bisajadi kita melakukan hal” yang mengganggunya sehingga dia balik mengganggu kita. Namun ketika kita sudah berdoa kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala maka Alloh Subhanahu wa Ta’ala akan menjaga mereka dari kita dan menjaga kita dari mereka. Itulah pentingnya berdzikir !!
Karena adanya makhluk” Alloh yang tidak nampak dengan mata kita namun mereka melihat kita. Dan diantara fungsinya doa tersebut adalah supaya aurat kita tidak terlihat oleh mereka. Sama halnya ketika kita makan kita tidak mau klo jin juga ikut makan maka kita baca “Basmalah”.

Baca Juga  Karena Rahmat Allah, Dia Jadikan Untukmu Malam Dan Siang

– Dari Abu ayyub al-anshori bahwasanya Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ,
“Jika kalian buang hajat di kamar kecil maka janganlah kalian menghadap kiblat atau membelakanginya”

Baik itu buang air kecil atau besar maka harom hukumnya kita menghadap kiblat atau membelakangi kiblat. Tidak boleh!!
Jika misalnya kita mendapati ada bangunan yang seperti itu dan kita harus buang hajat disana dan menghadap kiblat setingannya maka kita harus menyerong sedikit dan setelah itu beristighfar kepada Alloh Ta’ala karena tidak sempurna kita berpaling dari ka’bah tersebut.

Dan ada khilaf diantara ulama kita tentang hukum ketika kita berada didalam ruangan. Karena ada hadist juga yang disebutkan oleh Abdullah bin ‘umar bahwasanya dia pernah memanjat rumahnya Hafshoh(saudaranya Abdullah bin ‘umar yang juga merupakan istri Rosulullah) kemudian Abdullah bin ‘umar mengatakan ,
“Saya melihat Rosulullah sedang buang hajat menghadap ke syam dan membelakangi ka’bah”

Abdullah bin ‘umar melihat Rosulullah tanpa sengaja. Dan ini bertentangan dengan hadits yang sebelumnya. Sehingga sebagian ulama menggabungkan kedua hadist ini dan mengatakan bahwasanya larangan pada hadist yang pertama itu pada tempat yang terbuka tidak ada dindingnya. Tapi kalau ada dindingnya maka boleh menghadap kiblat karena ada pembatasnya sebagaimana yang dilakukan Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan sebagian ulama yang lain diantaranya Syaikhul islam , Ibnul qoyyim dan Abu hanifah mereka mengatakan bahwasanya tidak ada bedanya ditempat terbuka atau tertutup sama” harom.
Lalu bagaimana mereka memahami hadist ini ? Kata mereka ,
“Ketika terjadi perbedaan antara perbuatan Rosulullah dengan perkataan Rosulullah maka kita mendahulukan perkataan daripada perbuatan”
Kenapa demikian ? Karena perkataan dalillnya lebih kuat daripada perbuatan. Klo perbuatan kadang” ada penafsiran yang lain misalnya ada udzurnya yang kita tidak tahu. Atau mungkin sebuah kekhususan bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang kita tidak tau. Maka dalil perkataan lebih kuat daripada dalil perbuatan dan ini yang lebih kuat. Wallahu a’lam

Baca Juga  Tentang Adzan

– Abdullah bin abbas pernah berjalan bersama Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dua kuburan kemudian Rosulullah mengatakan ,
“Sesungguhnya mereka berdua sedang diadzab oleh malaikat dan mereka tidak diadzab pada hal” yang mereka anggap dosa yang besar , adapun salah satunya dia ketika buang air kecil maka dia tidak menjaga dirinya dari percikan buang air tersebut kemudian yang kedua adalah orang yang mengadu domba(namimah)”
Kemudian Rosulullah mengambil tangkai yang masih basah dibelah dua masing” ditancapkan di dua kuburan tersebut kemudian sahabat bertanya “Wahai Rosulullah , kenapa anda melakukannya ?” Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan ,
“Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala meringankan adzab mereka selama tangkai tersebut belum kering”

Pelajaran dari hadist ini :
>Kadang” ada hal” yang kita anggap sepele ternyata hal tersebut berat dosanya disisi Alloh Ta’ala. Termasuk masalah buang air kecil konsekuensinya berat karena misalnya seseorang sholat dengan pakaian yang najis maka sholatnya tidak diterima.
“Perbuatannya munkin biasa tapi konsekuensi dari perbuatan tersebut luas biasa”
Karena berkaitan dengan diterima atau tidak sholatnya.
>Begitupula dengan namimah karena memecah belah kesatuan umat islam.
>Jangan kita memahami hadist ini bahwa sunnahnya kita menanam pohon” tertentu dikuburan dengan tujuan untuk mengurangi adzab yang dikubur karena berdasar dalil ini.
Karena ini adalah kekhususan bagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena masalah ghoib tidak ada yang mengetahuinya kecuali Alloh Ta’ala.
Orang di adzab didalam kubur atau tidak kita tidak tau. Alloh saja yang tau. Ini masalah akidah !!
Lalu bagaimana dengan Rosulullah ?
Rosulullah mengetahuinya berdasarkan kabar dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Wallahu a’lam

🖋 Harianto Madia

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here