Sebagai umat muslim kita tahu bahwa zakat merupakan salah satu dari lima Rukun Islam yang wajib dilaksanakan. Kewajiban untuk menunaikan zakat dikenakan bagi kaum muslim yang sudah memenuhi syarat-syarat tertentu seperti telah mencapai nisab (batas harta) dan haul (lama pengendapan harta).

Menurut Ibnu Katsir, seorang ilmuan muslim, zakat mulai diwajibkan pada tahun kedua hijriyah. Perintah ini ditandai dengan turunnya Surat Al-Baqarah Ayat 110: “Dan dirikanlah shalat serta tunaikannlah zakat, …”

✅ Pertama, zakat bermakna At-Thohuru yang berarti membersihkan atau mensucikan.
Allah ta’ala akan membersikan dan menyucikan harta serta jiwa orang-orang yang senantiasa berzakat karena ridho-Nya, seperti firman Allah :

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka, …” (QS. At-Taubah Ayat 103)

✅ Kedua, zakat bermakna Al-Barakatu yang memiliki arti berkah.
Selain untuk memperoleh materi demi mencukupi kebutuhan hidup, tentu kita ingin mendapat keberkahan pada harta yang diperoleh dari kerja keras kita. Keberkahan yang ada dalam harta kita akan turut serta membawa keberkahan dalam hidup.

Dengan mensucikan harta kita melalui zakat, Allah akan melimpahkan berkah kepada kita. Diantara keberkahan hidup yang kita peroleh adalah ketenangan jiwa, kesehatan, terbebas dari berbagai masalah dan lain sebagainya.

✅ Ketiga, zakat bermakna An-Numuw yang artinya tumbuh dan berkembang.
Tidak ada seorang pun di dunia ini yang jatuh miskin karena berderma, yang ada adalah sebaliknya, rezeki mereka akan terus mengalir bahkan semakin banyak (atas izin Allah).  Bagi orang-orang yang selalu berzakat karena Allah hartanya akan dilipat gandakan oleh Allah ta’ala

“Dan sesuatu riba yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka itulah orang-orang yang melipat gandakan.” (QS Ar-Rum : 39)

Baca Juga  Apakah takdir buruk yang tercatat di lauhil mahfuzh dapat dirubah?

✅ Keempat, zakat bermakna As-Sholahu yang artinya keberesan (beres)
Harta yang suci akan mendatangkan keberkahan hidup dan menjauhkan pemiliknya dari berbagai masalah. Orang-orang yang senantiasa berzakat karena Allah, insyaallah akan dijauhkan dari segala macam permasalahan harta seperti kesempitan rezeki, kebangkrutan usaha, kehilangan, pencurian, dan lain sebagainya. Jika diantara kita merasa sering memiliki masalah tersebut, boleh jadi karena kelalaian kita dalam menunaikan zakat.

Sungguh besar sekali manfaat dari berzakat, selain akan mendatangkan kebaikan bagi diri kita sendiri, dengan berzakat kita juga turut membantu orang-orang disekitar kita yang membutuhkan bantuan. Sikap saling tolong-menolong ini menjadi modal besar untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik.

⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣▶️ Transfer Zakat⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣Bank Syariah Mandiri 781.800.800.1
An. Wahdah Inspirasi Zakat⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣ SulSel
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
▶️ Zakat Online klik :⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
https://sedekahplus.com/campaign/67/zakat-penghasilan⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
▶️ Tlp/WA Center Wahdah Inspirasi Zakat Pinrang : 082189918360

@wizpinrang

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here